Pages

▼
9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
Kuliah Nalar SI Gratis
Katabah Berbagi
Pusat Digitalisasi Nalar Sunda Cisewu
CV dan Lowongan Kerja
Program Portofolio Dosen
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Saturday, October 10, 2015

Fi’il Bina Salim dan Ghair Salim Arab

Hello Katabah!
Dalam Ilmu Sharaf bahasa Arab, kita mengenal pembagian fi’il menjadi fi’il tsulatsi dan ruba’i. Sekarang, saya belajar lagi pembagian fi’il yang terdiri atas bina salim dan ghair salim.

Fi’il bina salim, yaitu fi’il yang akar katanya TIDAK MENGANDUNG huruf ilat (alif, wawu atau ya) dan huruf ganda (tasdid).
Contoh:

حَمَلَ(membawa)
كَتَبَ(menulis)
نَظَرَ(melihat)


Fi’il ghair salim dapat dikatakan kebalikan dari bina salim, yaitu fi’il yang akar katanya MENGANDUNG huruf ilat (alif, wawu atau ya) dan huruf ganda (tasdid).
Contoh:
رَدَّ
دَعَى
سَأَلَ
Catatan:
Yang dimaksud “akar kata” adalah kata dasar dari mufradat bahasa Arab, biasanya berbentuk fi’il madhi yang terdiri atas 3 huruf dan dapat ditemukan langsung pada kamus bahasa Arab-Indonesia.

Eh, ada dugaan ringan bahwa bulan ini (Oktober 2015), saya ingin lebih banyak menulis tutorial cara belajar bahasa Arab dengan topik spesifik Sharaf. Kenapa? Karena Ilmu Nahwu pada blog ini sudah lumayan banyak, ya….cukup setebal matan Jurumiyah (kitab nahwu favorit banyak santri Indonesia) deh…he..he..


Artikel Terkait:

3 comments:

Mengkader Guru Sejak Usia 6 Tahun

Parenting Anti-HP & Edukasi Alam

Kabinet Pasirnanjung (Micro-Farming & Kolam Mini)

Filosofi Slow Living & Kedaulatan Nalar

Persiapan Pensiun Mandiri & Bebas Stress

Rumah Digital: Rumah Edukasi dan Wisdom Living Lab

Galeri Pilihan Katabah

Parenting: Calistung, Hapalan Quran, Keluarga

Kupas Tuntas Jurusan Sistem Informasi