Secara bertahap saya menata rumah kecil agar sebagian ruangannya digunakan sebagai Rumah Edukasi Katabah. Target utamanya adalah memberikan edukasi kepada putra saya agar antusias belajar tanpa paksaan yang kaku dan terhindar dari dampak negatif, terutama kecanduan HP.
Rak Buku: ukuran sekitar T: 150 x L: 90 cm
Walaupun saat ini sudah banyak referensi digital tapi saya masih berupaya menghadirkan buku cetak agar anak tak kecanduan HP/gadget.
Sticker Whiteboard: ditempel di dinding
Sebenarnya saya sudah punya whiteboard kecil tapi terasa kurang puas karena dipindah-pindah nyimpennya sehingga tidak selalu terlihat oleh anak. Dengan Sticker Whiteboard ini tampak seperti permanen nempel di dinding. Kapanpun putra saya mau nulis atau membaca, maka whiteboard langsung siap setia.ahaha
Taman super kecil di atap rumah (dak): ukuran sekitar 1 x 6 m
Target utamanya tanaman Sirih Gading dan Lee Kuan Yew. Sirih gading akan disuruh merambat ke tiang buatan berarti ke arah langit, sedangkan Lee Kuan Yew akan disuruh menjuntai ke bawah sampai setinggi dada saya di atas tanah lantai dasar.
Kolam Ikan kecil: ukuran sekitar 1 x 3 m
Awal-awal, putra saya ingin mengurasnya tiap minggu karena ingin sambil renang (ngojay) dan nyair. Ikannya dominan ikan komet sekitar 25an ekor.
Sekarang ada main lain yang melibatkan air tapi masih di sekitar kolam dan ada kegitan lain juga, baik saya maupun putra saya, jadila gak nguras tiap minggu. Karena ada air keran nyala tiap pagi dan sore, air kolam aman gak bau. Bahkan tumbuh lumut yang menjadi santapan ikan komet di samping pelet.
Toren Lele: sekitar 100 liter
Inilah eksperimen yang cukup epik.ahaha Saya beli 200 ekor lele sebesar kelingking Rp 50.000. Sebagian besar langsung di toren, masing-masing 5 ekor di galon bekas Le Minerale dan ember bekas cat. Entah kebetulan atau tidak, yang di ember gak mau nambah besar. Kalau di Le Minerale tumbuh normal.
Saat agak besar, saya pindahkan ke toren dan 10 ekor lele paling kecil dari toren dipindahkan ke bekas Le Minerale. Lebih 3 hari tidak dikuras, matilah semua.wkwkw
Sekarang saya fokus di satu toren karena cukup repot saat nguras kalau ditambah toren. Awalnya di toren juga harus nguras tiap 3 hari sekali, kalau enggak dikuras bisa banyak mati itu lele, apalagi kalau pakannya dikasih selain pelet, seperti nasi sisa, bau busuk airnya cukup cepat.
Dari 200 ekor, tersisa sekitar 50 ekor karena saat diberi pakan nasi sisa gak keburu nguras lebih dari 3 hari. Dari 50 ekor dikurangi 10 ekor yang mati gara-gara dipindah ke Le Minerale yang gak keburu nguras. Sisa 40 ekor. Gara-gara lupa nutup toren (karena airnya sampai ke atas toren), ada 2 ekor lompat dan mati. Dimasak 5 ekor. Yang lain lupa lagi sejarah hidupnya.wkwk Sekarang tersisa sekitar 19 ekor di toren.
Semua fasilitas di atas selain untuk menerapkan konsep slow living, juga sebagai media belajar serta alternatif agar anak tak kecanduan HP.
Contoh Keberhasilan Rumah Edukasi: Menyusul
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via YouTube: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment