Ekspresi | Kampus | Belajar HTML dan PHP | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kemahasiswaan Kilas Santai
PMB Online STMIK Jabar 2022
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
STAI Al-Falah
Pengobatan Ruqyah
Belajar Pemrograman PHP, MySQL, Framework CI, Domain, Hosting, CMS Wordpress, Framework Laravel. Yang Penting ada menu DAFTAR ISI
Daftar Isi | Skripsi | B. Arab | Ruqyah | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Google Translate

Sunday, May 29, 2022

Penelitian Smart Campus dan Smart Village: Kombinasi

Gol besarnya adalah Smart Village. Tetapi untuk mewujudukan Smart Village, saya akan membangun Smart Campus yang akan lebih mengarah pada selain melek IT, juga membangun kesejahteraan masyarakat desa (ekonomi). Walaupun demikian, saya belum full membangun sektor bisnis karena keterbatasan penelitian individual. Potensi apa saja di desa akan diarahkan menuju nilai-nilai ekonomi yang dapat dipanen oleh masyarakat sendiri.

Bagaimana penerapan Smart Campus?

Kampus fisiknya ada di Bandung Kota, tapi akses pembelajaran akan dapat diterima di desa, bahkan desa terpencil. Sebagai pilot project, saya akan membuat konsep Smart Campus di Desa Cisewu, Garut. Desa tersebut termasuk desa terpencil. Satu lagi, di desa Sindangpakuon, sebuah desa yang berada jauh dari perkotaan Sumedang tapi berbatasan dengan Bandung Timur yang notabene dekat dengan kota.

Apa yang akan digali dalam Smart Village?

Potensi dan tentu saja masalah di kedua desa tersebut. Sebagai contoh di desa Sindangpakuon, ada tumpukan sampah di samping pasar tradisional Pasar Parakanmuncang. Selain bau, pengerukan sampah tak jarang menghambat lalu lintar karena truk pengangkut parkir menghalangi dan pengangkutannya dilakukan di siang hari saat yang lain sedang beraktivitas.

Bagaimana dengan Smart Village di desa Cisewu?

Saat pulang kampung, saya belum mendapatkan sesuatu yang luar biasa secara menyeluruh. Padahal kabarnya, anggaran desa sangat besar saat ini. Hal ini juga saya dapatkan bukan hanya terjadi di Cisewu, tapi seorang petugas Monev penyaluran anggaran desa di kabupaten tetangga Garut juga belum terserap/tersalurkan dengan baik.


Tunggu penelitiannya ya... 😊

Saturday, May 28, 2022

Penelitian Smart Village/Smart City: Pengalaman dan Sajabanya

Awal-awal menulis topik ini, saya menggunakan istilah Desa Digital. Gara-gara ikut undangan International Webinar T20/G20, saya melihat presentasi Profesor dari Jepang menggunakan istilah "Smart Village." Sejak itu, saya mencoba lebih banyak menggunakan istilah Smart Village daripada Desa Digital.

Saat obrolan santai tentang penelitian di kampus, saya melontarkan Smart Village. Ternyata LPPM tertarik mengangkat topik tersebut untuk PPM (KKN/KKM). Karena kampus punya doktor spesialis Smart City, maka diundanglah beliau.

Setelah Pak Doktor menyampaikan presentasi, saya baru tahu bahwa Smart Village itu bagian perhatian Smart City. Sebelumnya, saya belum banyak baca tentang Smart City selain sedikit saja, seperti mengikuti Promosi Doktoral Pak Doktor saat menjelang lulus dari ITB.

Saya sendiri tertarik membahas Smart Village bukan berpijak pada Smart City karena belum tahu, tapi berpijak pada e-government. Kebetulan, satu semester saya kuliah e-goverment di S2 IPB dan topik penelitian tesis saya e-government juga.

Titik tekannya, penelitian Smart Village walaupun memiliki peluang menuju penelitian besar yang bisa membutuhkan para peneliti yang bukan sendirian seperti halnya Smart City, saya sendiri tetap berkeyakinan bahwa saya sendiri akan tetap melakukan penelitian sendirian walaupun ada penelitian secara tim.

Sebagai langkah awal, alhamdulillah dua artikel saya sudah dipublikasian dalam prosiding internasional, yang satunya lagi masih nunggu kabar baik.heheh

Sekarang, saya diminata bergabung untuk perencanaan dua penelitian, yakni satu, PPM mahasiswa; kedua, penelitian Jabar Selatan.

Semoga lancar... 😊

Thursday, May 19, 2022

Pengalaman Dosen Kampus Merdeka (MBKM)

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Internal Kampus

Sebenarnya saya tidak ditugaskan secara tersurat untuk menangani MBKM di kampus. Akan tetapi, kampus cukup sering minta saya untuk untuk membantu mensukseskan MBKM di kampus tercinta. Mulai dari menerima sosialisasi dari Kemendikbud dan LLDIKTI 4 sampai memotivasi mahasiswa untuk daftar dan ikut dalam program MBKM.

Program yang sudah diikuti oleh mahasiswa di kampus saya antara lain: Magang, Studi Independen, dan Pejuang Muda.

Kegiatan saya biasanya mensosialisasikan MBKM ke mahasiswa, mendampingi mahasiswa yang melengkapi persyaratan dan daftar, mengkomunikasikan mahasiswa dengan Kaprodi, bahkan membantu mahasiswa saat ingin mengajukan konversi nilai MBKM ke nilai mata kuliah yang ada di kampus. Sekarang, pekerjaan itu mirip tugas Koordinator PT. Awal MBKM, saya belum mengenal adanya Koordinator PT.hehe

 

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kampus Mengajar (KM)

Salah satu program MBKM adalah KM. Kebetulan dalam program ini, saya daftar dan lolos seleksi sebagai DPL untuk membimbing mahasiswa dari UPI dan UNSIKA. Tempat prakteknya di Ciasem, Subang, Jawa Barat.

Insyaallah nanti saya update cerita pengalaman jadi DPL dan apa saja kegiatan mahasiswa yang ikut dalam program KM? 😊

 

Duta Kampus Merdeka (DKM)

Akhir tahun 2021, saya juga daftar DKM. Bulan April, saya diundang untuk registrasi ulang. Sampai sekarang, tugasnya masih proses, kayaknya walaupun grup Telegramnya sudah ada.hehe

 

Fasilitator Sekolah Penggerak 

Saya juga diajak dan disarankan teman ikut fasilitator sekolah penggerak (dulu istilahnya: Pelatih Ahli). Teman saya yang sudah lolos seleksi cukup rajin mengikuti BIMTEK, bahkan ada BIMTEK di Jakarta juga. Sekarang, beliau rajin melakukan pelatihan secara daring.

Saya sudah daftar tapi belum melengkapi syaratnya. Saya masih khawatir waktu gak cukup.hehe 


Guru Penggerak Praktik

Ada juga teman yang ikut Penggerak Praktik. Salah satu tesnya mirip micro-teaching (tes ngajar online hehe). Saya gak ikut karena khawatir saya harus banyak waktu di sekolah target. Nanti, kampus kesepian tidak ada saya.hehe


Saturday, May 14, 2022

Kembali Belajar TOEFL Demi Karir heheh

Sudah cukup lama saya tidak terlalu banyak belajar bahasa Inggris karena alasan klasik (sibuk kerja hihi) selain sesekali praktik bahasa Inggris dengan mahasiswa. English Day juga terasa semakin kurang menarik karena mahasiswa tampaknya kurang suka bahasa Inggris sehingga saat menjelaskan saya tetap harus translate juga.

Tapiii.... Target saya tetap harus ngajar bahasa Inggris walaupun campur-campur dan little-little.ahaha

Lupakan dulu cerita bahasa Inggris mahasiswa. Sekarang, justru saya sendiri yang harus jago bahasa Inggris. Hampir setiap langkah karir saya sangat membutuhkan bahasa Inggris. Cihuy...!

Karena alasan itulah, saya "terpaksa" :) harus belajar bahasa Inggris, terutama TOEFL. Tapi kalau hanya TOEFL itu biasanya membosankan, maka saya harus mulai lagi banyak berita berbahasa Inggris dan baca-baca, bahkan menerjemahkan referensi-referensi berbahasa Inggris. Semoga masih kuat ya.. ahah

Untuk apa TOEFL buat saya? Antara lain:

1. Sertifikasi Dosen (Serdos)

2. Lanjut S3 (Dalam negeri juga, tetap TOEFL)


Ada lagi karir lain yang harus TOEFL?

Ada tapi cenderung ke skill bahasa Inggrisnya, bukan TOEFL, yakni:

1. Menulis artikel jurnal, baik nasional dan internasional

2. Presentasi prosiding internasional

3. Mengelola jurnal yang belum punya penerjemahnya.hihuuu


Apalagi ya? Udah itu dulu... :)

Monday, May 9, 2022

Jadi Host Podscast Multimedia Kampus: Belajar..Ahaha

 

 
 
Jadi host Podcast bersama dosen STMIK Jabar, Bapak Ova Nurisma Putra, S.T., M.Kom.
Nyoba saja siapa takut. ahaha

Jangan Percaya Jin Kesurupan!

Mudik tahun ini salah satunya disambut oleh pasien yang kesurupan. Jinnya tidak garang, mau marah juga juga, dia gak kuat. Akan tetapi, repotnya gak keluar-keluar dari pasien.Inilah yang biasa saya yakini bahwa saya hanya berusaha, Allah yang menyembuhkan.

Yang menarik perhatian saya, jinnya bilang seseorang yang menyebabkan pasien sakit. Saya tetap gak mau percaya.

Esok harinya, pasien diobati oleh tabib setempat. Saya gak berani menyebut peruqyah karena tidak tahu apakah cara berdoanya mirip ruqyah yang saya pelajari atau tidak. Nah, jinnya menyebut penyebab pasien kesurupan itu orang lain yang namanya bukan yang disebutkan ke saya. Karena inilah, saya tidak terlalu peduli apa yang dikatakan jin, bahkan saya cukup malas nanya-nanya atau ngobrol dengan jin (orang kesurupan).

**

Cerita pasien lain... hehe

Ada pasien berbeda yang sedang diobati tabib yang tadi. Katanya, itu jin turunan (nasab). Sang tabib terus menyuruh jin keluar dari tubuh pasien dengan mengajukan cukup banyak pertanyaan dan waktu sekitar satu jam.

Salah satu jinnya ngaku raja jin dan mengaku sudah tinggal di dalam tubuh pasien sejak pasien itu masih bayi sekali (Sunda: orok beureum). Si jin juga ngaku sudah ada kerajaan di dalam tubuh pasien itu yang dirajainya.

Sang tabib --- dalam pandangan saya -- seakan-akan mempercayai omongan jin itu. Saya coba panggil jin raja itu untuk bicara menghadap saya, dia gak mau. Saya juga coba tanya, "Apakah ada gangguan jin di telapak tangan pasien?" Tentu saja pertanyaan ini jika dijawab oleh jin, tidak akan saya langsung percaya 100%. Eh ternyata, Jin Raja itu ngaku tak mengetahui ada atau tidak jin di telapak tangan pasien.

Sampai di sini, tabib masih tampak percaya ke jin. Akan tetapi, saya sangat ragu, masa iya raja jin seperti itu. Mungkin saja seperti Sunda Empire di negeri kita. hehe

Friday, May 6, 2022

Beasiswa KIP Kuliah Terbuka Untuk 500 Mahasiswa

Masuk kuliah saat ini relatif mudah karena banyak beasiswa tersedia. Salah satu beasiswa atau bantuan pendidikan untuk calon mahasiswa adalah KIP Kuliah. Jika saat SMA punya kartu KIP, maka cukup daftar ke kampus penyelenggara perkuliahan yang menerima KIP Kuliah.

Bagaimana cara mendapatkan KIP Kuliah di kampus pilihan?

Tawaran kuliah gratis melalui jalur KIP cukup banyak. Ada membuka 10 mahasiswa, 50 mahasiswa, bahkan ada yang berani membuat brosur KIP untuk 500 mahasiswa.

Bahasa sederhana saya, saat ini beasiswa yang mengejar mahasiswa. Padahal dulu mahasiswalah yang mengejar-ngejar beasiswa dengan penuh perjuangan karena sedikit peluang beasiswa dan seleksinya pun cukup ketat.

Untuk saat ini, masuk kuliah melalui KIP, cukup daftar di web KIP Kementerian Pendidikan dan daftar juga ke web PMB kampus pilihan kita agar kampus bisa ikut mengecek kelengkapan pengisian formulir online yang kita upload. Contohnya, web pmb.stmik-jabar.ac.id


Ayo kuliah...! :)