Ada beberapa masalah yang suka terdengar dari pengguna KPR baru, antara lain:
1. Tidak menerima kunci rumah
Bisa langsung merapat ke pihak kantor pemasaran. Jika kita sudah mulai membayar cicilan tiap bulan, maka biasanya pihak kantor akan segera ngasih kunci jika kita memintanya.
Kendala kunci tidak diberikan ke konsumen antara lain:
a. rumah belum selesai
b. pemborong di lapangan merasa belum dibayar oleh pihak kantor (developer). Mungkin miskomunikasi terkait finansial di antara mereka. Konsumen tidak perlu pusing dengan ini.hehe
2. Jalan tidak layak
Masalah jalan sudah bukan rahasia lagi. Beberapa perum kadang-kadang cuek dengan pembangunan jalan yang layak. Bahkan tidak jarang, konsumen yang sudah menempati rumahnya terjatuh karena jalan licin dan rusak.
3. Pemasangan KWH tak kunjung dilakukan
Masalah listrik ini yang saya rasakan yang paling "panas" terdengar di telinga. Ini mirip dengan masalah air. Mungkin karena keduanya sangat dibutuhkan untuk sehari-hari.
Ada developer yang memberi aliran listrik tanpa pemasangan KWH masing-masing rumah. Mungkin developer punya tiga KWH, kemudian dibagi-bagi ke setiap rumah. Dampaknya, sering mati lampu.
Ngerinya:
Konsumen "marah-marah" ke bagian penagih bayaran listrik atau air. Padahal penagih juga kan tidak tahu apa-apa karena pemasangan KWH itu bukan ranahnya, tapi ranah atasannya atau bosnya. Kalau tidak cepat diselesaikan, bisa bentrok nih. Tukang tagih ditekan atasan (kantor) harus nagih uang listrik, konsumen tidak mau bayar karena listrik sering mati, apalagi kan matinya hampir tiap sekitar magrib-isya karena waktu itu beban daya banyak digunakan.
Itu dulu sekilas masalahnya. Lalu, beberapa solusinya:


