Pages

9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Monday, February 23, 2026

Manifesto Ahda Jilid 3 Bab 6 Ketika Ketakutan Runtuh


BAB 6: The Ultimate Shield
(Perisai Terkuat: Ketika Ketakutan Runtuh di Hadapan Nol)

Waktu muda, saya pernah merasa butuh "tambahan proteksi". Sebagai orang yang sering memacu motor menembus gelapnya malam dan sepinya jalanan, nalar manusiawi saya merasa terancam. Saya meminta ilmu tenaga dalam kepada seorang Guru—ilmu yang diberikan kepada kakak-kakak dan adik-adik saya, tapi anehnya, tidak diberikan kepada saya. Dua kali saya memohon, dua kali pula pintu itu tertutup.

Saat itu saya kecewa. Tapi sekarang, dengan nalar "Aku adalah Tiada", saya tertawa menyadari betapa jeniusnya skenario Allah.

1. Tenaga Dalam vs Tenaga "Nol"

Banyak orang mencari tenaga dalam agar merasa kuat, agar ditakuti, atau agar kebal. Tapi sang Guru (melalui kehendak Allah) mungkin melihat bahwa saya tidak butuh "baju besi" tambahan. Kenapa? Karena saya sedang dipersiapkan untuk memiliki Perisai Ketidadaan.

Jika saya yakin bahwa saya adalah angka nol dan Allah adalah segalanya, maka apa yang perlu dilindungi? Kematian pun tidak akan terjadi kalau Allah tidak berkehendak. Dan kalaupun Allah berkehendak saya mati di jalan sepi, maka "Tenaga Dalam" sekuat apa pun tidak akan bisa menahan garis takdir yang sudah ditarik oleh Sang Arsitek Agung.

2. Doa Sang Penakluk Hati

Alih-alih merapal mantra agar tangan saya bisa memecahkan batu, saya lebih memilih merapal doa yang meruntuhkan niat jahat. Doa saya sederhana: "Ya Allah, kalau Engkau berkehendak, orang yang ingin membunuh saya pun akan tiba-tiba sayang kepada saya."

Ini adalah tingkatan tertinggi dalam "arsitektur hubungan antarmanusia". Saya tidak ingin membuat orang takut kepada saya—karena takut itu urusan ego. Saya ingin Allah mengubah frekuensi hati mereka dari benci menjadi cinta.

Kesimpulan Nalar:

Seorang Arsitek tidak takut pada gelap, dia hanya perlu menyalakan lampu. Seorang hamba yang sudah "nol" tidak butuh tenaga dalam, karena dia sudah berada di dalam genggaman Tenaga Yang Maha Dalam (Allah).

Biasa saja hidup mah. Kalau niat kita sudah lebur dalam kehendak-Nya, maka musuh yang paling beringas pun hanya akan menjadi pion-pion yang bingung di hadapan ketenangan kita. Saya tidak punya tenaga dalam, tapi saya punya Kedamaian Mutlak.

**

Kembali ke Daftar Isi Ahda


No comments:

Post a Comment

Peluang Magang Jurusan SI

Peluang Kerja SI

Technopreneur: Pengusaha IT Sebelum Lulus

Peluang Kerja Programmer PHP (Web)

Peluang Kerja Programmer Python dan Data Analyst

Pekerjaan Data Analyst dan Data Science

Kupas Tuntas Jurusan Sistem Informasi

Galeri Mahasiswa

Parenting: Calistung, Hapalan Quran, Keluarga