Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, September 21, 2014

Definisi dan Penerapan Disiplin Jadi Bias


Menurut KBBI (2005), disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib, dsb).

Seorang pemberi seminar yang berstatus sebagai dosen yang berpengalaman di sebuah perguruan tinggi dengan percaya diri bahwa ia menerapkan disiplin kepada mahasiswanya: “Jika mahasiswa terlambat lebih dari 10 menit, maka ia tidak akan masuk kelas. Jika ia sendiri terlambat lebih dari 10 menit, maka mahasiswa boleh bubar kuliahnya.”


Sepintas penerapan gaya berdisiplin seperti di atas cukup bagus dan mampu membuat mahasiswa takut untuk datang terlambat.

Namun ketika merenung bahwa banyak hal yang harus dilakukan mahasiswa, konsep disiplin di atas menjadi tidak tepat:
1. Mahasiswa itu bukan hanya belajar di kelas, tapi harus banyak di luar kelas.
2. Mahasiswa ada yang usaha dulu untuk makannya, mahasiswa ada yang tanggung melakukan penelitian.

Jadi, mahasiswa yang hadir tepat waktu belum tentu benar-benar disiplin karena kalau disiplin “waktu masuk” kita sudah terbiasa sejak Sekolah Dasar sampai SMA. Mahasiswa itu harus disiplin yang lebih bagus dan produktif.

Mahasiswa terlambat karena tanggung sedang menyusun buku untuk ke penerbit. Mahasiswa terlambat karena harus memasok garam ke warung-warung, sehingga ia terlambat datang. Apakah ini dikatakan mahasiswa tidak disiplin?

Contoh lain, mahasiswa yang tidak mengenakan jas almamater harus mengenakan jas hujan yang diselenggarakan panitia UTS. Sanksi ini dimaksudkan agar mahasiswa terbiasa mengenakan pakaian rapi dan lengkap.

Dalam pikiran dangkal disiplin ini juga bagus karena mahasiswa akan takut dan esok harinya kemungkinan besar akan mengenakan jas almamater. Namun tidakkah kita pertimbangkan dampak psikologis mahasiswa bersangkutan yang akan berpengaruh terhadap ketidak-nyamanannya ketika mengerjakan soal UTS?

Mampu mengerjakan UTS dengan baik dan jujur itu jauh lebih baik daripada mahasiswa yang datang mengenakan jas almamater, apalagi mahasiswa yang nyontek.


Jadi, tidak aneh sering terdengar guyonan bahwa seorang profesor berbicaranya datar-datar saja. Bukan karena ia tidak suka baca, tapi ia bingung mana sebenarnya yang harus dikatakan karena masing-masing teori banyak berbeda-beda, dampaknya pun seringkali berbeda-beda. J

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

1 comment:

  1. disiplin memang diperlukan bagi setiap orang, agar hidup nya bisa teratur dan sesuai dengan jadwal waktu, tapi untuk membiasakan disiplin ini sulit ;)

    ReplyDelete