Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, September 7, 2014

Lagi, Gaji Kecil Jadi Alasan Menteri Korupsi

Wacana pemberantasan korupsi dengan menaikkan gaji pejabat sudah sering terdengar. Munculnya, Jero Wacik jadi tersangka KPK mengundang pendapat bahwa gaji menteri ESDM terlalu kecil.

Dalam kompas.com dinyatakan bahwa gaji Direktur Pertamina mencapai Rp 200 juta, sedangkan gaji menteri Rp 20 juta.


Di waktu lain saya pernah nonton acara di Metro TV bahwa gaji staf kepresidenan juga relatif kecil, yakni sejajar dengan menteri.

Benarkah gaji kecil jadi alasan untuk korupsi?
Jawaban sederhananya begini: “Kalau enggak mau gaji kecil, kenapa mau jadi menteri? Bukankah ingin banyak uang itu harus jadi pengusaha?”

Selain jawaban di atas, mungkin ini jawaban ini bisa jadi renungan juga:
Kalau gaji menteri kecil sehingga menghambat kinerja seorang menteri, maka perlihatkan saja secara transparan kepada publik (minimal kepada pihak-pihak terkait).

Setelah diadakan transparansi, seorang menteri jangan lakukan pekerjaan yang tidak ada anggarannya dan biarkan penundaan pekerjaan ini diketahui presiden, pihak terkait, bahkan oleh publik.

Ketika nanti dipertanyakan kenapa tidak mengerjakan pekerjaan tersebut? Kan publik juga tahu alasannya karena tidak ada anggarannya. Dengan transparansi ini akan muncul usulan dari berbagai pihak apakah kementerian tertentu akan diberi anggaran tambahan atau bahkan menterinya diberi gaji lebih besar.

Apabila sang menteri ngakalin untuk mendapatkan uang tambahan seperti membesar-besarkan biaya operasional sebenarnya tidak akan jadi masalah selama ia memberikan laporan yang transparan, untuk apa saja uang tambahan tersebut?


Yang menjadi masalah adalah uang tambahan tersebut masuk kantong pribadi, kan?

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment