Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Thursday, March 3, 2016

Ahok Calon Gubernur DKI Jakarta Tak Ada Tanding, Ridwan Kamil Pun Mundur



Hello Katabah!
Ahok memang keren…! Dihujat dan dicintai…! Ridwan Kamil pun memutuskan untuk tidak ikut bertanding menjadi DKI 1. Walaupun alasannya ingin membangun Bandung, tapi para pendukung Kang Emil kemungkinan besar telah melihat seberapa besar peluang Kang Emil mampu mengungguli Kang Ahok. Mungkin saja, ramalan sementaranya: “Ahok masih nomor 1.” Hiks..hiks..


Kalau melihat dari agama, saya tentu menginginkan gubernur Jakarta itu Muslim. Kalau melihat dari sukuisme, saya pasti menginginkan gubernur DKI itu harus orang Sunda. Namun kalau melihat dari kualitas, saya masih lebih percaya pada Ahok. Semoga penilaian ini tidak keliru.

Kang Emil memang keren, tapi berita yang masuk ke telinga dan mata saya cenderung dominan pada tata kota di Bandung. Ibu Risma juga tampaknya pada tata kelola kota Surabaya. Pak Ganjar masih belum terekspos ke benak saya selain gayanya yang merakyat dan tidak tidak suka birokrasi berbelit.

Sementara itu, Ahok cukup banyak terdengar gebrakannya dalam pemberantasan kasus pungli, suap atau korupsi. Penertiban “preman-preman” Jakarta pun tidak kalah serunya seperti yang saat ini terjadi di Kalijodo.

Sebenarnya saya juga kurang setuju gaya Ahok menertibkan beberapa area di Jakarta yang cenderung terlalu terburu-buru alias kasar. Saya lebih ingin pemimpin itu harus memberikan tahapan-tahapan yang jelas untuk menertibkan orang-orang yang tinggal di tanah negara.

Bermukim di tanah negara itu memang melanggar, tapi mereka berbuat demikian kemungkinan besar berawal dari ketidak-mampuan alias kemiskinan. Kalau mereka orang kaya, tidak mungkin mau tidur di kolong jembatan tol.

Menurut saya, tinggal di tanah negara itu bukanlah pelanggaran berat karena emangnya siapa negara itu? Bukankah negara itu termasuk rakyat juga? Kalau rakyat tinggal di tanah negara berarti tinggal di tanahnya, bukan? Hiks…hiks… Makanya jangan digusur, tapi ditertibkan. Namun faktnya, penertiban diselewengkan menjadi penggusuran. Terlalu…!

Pada prinsipnya, penggusuran itu sebaiknya begini:
1. Berikan surat peringatan!
2. Jika warga tidak mematuhi peringatan, maka Satpol PP atau perwakilan pemerintah langsung menemui warga untuk membantu membongkar rumah-rumahnya. Ingaaat.. bukan meluluh-lantahkan pemukiman warga hingga rata dengan tanah.
3. Rumah warga harus tetap bisa digunakan lagi oleh pemiliknya, kecuali pemerintah ingin memberikan ganti rugi yang senilai.

Dengan tiga langkah di atas, saya kira warga miskin tidak terlalu dirugikan. Kalau begitu, pemerintah harus repot dong…? Namanya juga perwakilan rakyat, masa membenci dan menindas rakyatnya?

Nah, walaupun saya tidak setuju dengan semua gaya Ahok, tapi sampai saat ini belum ada calon yang menarik hati saya melebihi Ahok.

Yusril?
Walaupun pernah menjadi pengagum Yusril, tapi sekarang saya kurang respek setelah Yusril menjadi pengacara beberapa kasus yang berbeda pendapat dengan saya. (ha..ha.. saya sok pintar ya…! Ah, hanya pendapat saja….)

Sandiaga Uno? Sang Pengusaha Sukses?
Saya cukup penasaran dengan Sang Pengusaha ini. Tapi apakah ia ada keinginan dan keberanian kuat membasmi koruptor walaupun harus bersitegang dengan DPRD DKI Jakarta? Nah, ini yang masih kurang yakin.

Calon Yang Lain Yang Mantan Menteri?
Perasaan, pada saat jadi menteri, beliau tidak terdengar gebrakannya. Apakah ini karena saya kurang update informasi atau memang enggak banyak obrak-abrik mafia? Ini yang membuat saya masih ragu.

Oleh karena itu, sampai detik ini, Ahok masih pendekar pilih tanding yang siap menjadi gubernur DKI Jakarta berikutnya.

Anda punya calon lain? Silahkan saja…..! Saya kan tidak akan milih karena bukan warga DKI, tapi Ahok bisa menjadi salah satu pijakan bahwa gubernur DKI berikutnya harus lebih keren dari Ahok, bukan hanya cari aman saja. OK…!

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...