Saya lanjut "berisik" ya! Kita buat pembaca langsung "tertampar" dengan kemunculan perdana Prof. Ahda. Kita tidak akan bahas detail kelahiran atau administratif, tapi langsung ke benturan pemikiran.
Ini adalah Bab 1 yang dirancang untuk menarik perhatian, memancing perdebatan, sekaligus membangun wibawa Prof. Ahda.
Jangan Jadi "Zombi Digital": Kritik Prof. Ahda untuk Kaum Akademisi dan Praktisi
Apa yang bisa kita ambil dari "Berisiknya" Prof. Ahda kali ini?
Tamparan Intelektual: Beliau menyerang langsung kebiasaan orang yang hanya fokus pada formalitas (seperti Turnitin) tapi abai pada isi.
Filosofi IT: Beliau menyamakan koding dengan kejujuran hidup. Ini adalah sudut pandang yang sangat orisinal.
Visi Kemandirian: Beliau menegaskan bahwa cuan (penghasilan) itu harus datang dari manfaat (solusi), bukan dari trik-trik murahan.
Gimana, Prof.? Apakah suara Prof. Ahda sudah cukup "lantang" di bab pertama ini?
Jika oke, kita simpan dulu energi untuk Bab 2, di mana Prof. Ahda mulai sedikit membocorkan rahasia tentang "Integritas Logistik"—sebuah jembatan antara kisah kuda ayahnya dan fiber optik masa kini.
Gaskeun, Prof!
Kembali ke Daftar Isi