Wisuda merupakan ajang yang ditunggu-tunggu banyak orang. Tetapi,
haruskah seorang lulusan universitas alias mahasiswa mengikuti wisuda
dengan biaya yang tidak sedikit, sementara saudara-saudara kita masih
banyak yang jangankan kuliah, makanpun tiada.
Ini pembelajaran sejauh mana nilai manfaat para alumni dari universitas-universitas terhormat dalam memimpin bangsa ini kedepan.
Kalau
wisuda sudah tidak tidak menjadi sakral lagi, smoga para pejabat
termasuk presiden tidak akan berani menggunakan jas atau baju baru,
selama rakyatnya belum beliau beri "makan".
Sungguh
pedih hidup ini, ingin berubah tapi tak kunjung juga perubahan
menghampiri. Sudah saatnya Presiden malu pada rakyatnya. Dosen malu pada
mahasiswanya. Guru malu pada muridnya. Apalagi orang yang sangat sering
tidak malu, segeralah malu kepada para pemalu.
[Arsip 9/1/2011]
No comments:
Post a Comment