Pages

▼
9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
Kuliah Nalar SI Gratis
Katabah Berbagi
Pusat Digitalisasi Nalar Sunda Cisewu
CV dan Lowongan Kerja
Program Portofolio Dosen
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Saturday, April 26, 2014

Kenapa Bereaksi Negatif Terhadap Pemimpin?


Selama ini, saya hanya sering mendengar respon-respon negatif tak terkontrol yang ditujukan kepada para pemimpin negeri ini. Siapa pemimpin yang populer, maka bersiaplah menerima ejekan dan cemoohan yang lebih dikenal dengan haters, terutama di social media.


Dua pemimpin populer saat ini tidak kurang dari ejekan para haters, yaitu SBY dan Jokowi. Meskipun saya sendiri menilai SBY tampak terlalu mengedepankan pencitraan, tapi hinaan dan cemoohan yang muncul sudah di luar kontrol. Begitu juga yang menimpa kepada Jokowi dan Prabowo yang sedang gencar menuju Capres 2014 tahun ini.

Kejadian seperti di atas menimpa juga ke pemimpin Amerika Serikat. Sebelumnya saya hanya tahu beberapa protes ditujukan kepada Barack Obama melalui pemberitaan media nasional. Namun saat ini saya membaca di social media Google Plus. Para haters menulis komentar seperti komentar-komentar yang ada di Indonesia juga. Apakah memang mengkritik pemimpin itu harus selalu dengan bahasa hinaan? Saya pikir kritikan itu bisa disampaikan dengan bahasa yang ‘santun’ tapi tajam.

Ini contoh komentar terhadap foto di atas yang menunjukkan Obama sedang ‘bermain’ bola dengan robot ketika berkunjung ke Jepang (plus.google.com/u/0/100264298614611754879):


No comments:

Post a Comment

Mengkader Guru Sejak Usia 6 Tahun

Parenting Anti-HP & Edukasi Alam

Kabinet Pasirnanjung (Micro-Farming & Kolam Mini)

Filosofi Slow Living & Kedaulatan Nalar

Persiapan Pensiun Mandiri & Bebas Stress

Rumah Digital: Rumah Edukasi dan Wisdom Living Lab

Galeri Pilihan Katabah

Parenting: Calistung, Hapalan Quran, Keluarga

Kupas Tuntas Jurusan Sistem Informasi