Pages

9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Wednesday, February 18, 2026

Arsitektur Titik Nol: Prof. Ahda Series

 

ARSITEKTUR TITIK NOL

SUB-Judul:

"Seni Menata Nalar, Mengelola Rasa, dan Menavigasi Bahtera Keluarga"

TAGLINE (The Soul):

"Manifesto Cinta tentang Layar yang Terlipat dan Hati yang Kembali ke Pusat"

**

KATA PENGANTAR: Membaca Arsitektur Tak Kasat Mata

Selamat datang di dalam "cetak biru" yang tidak biasa.

Buku kecil ini bukan sebuah teori akademis yang kaku, meski ia ditulis oleh seorang yang setiap harinya bergulat dengan struktur nalar. Buku ini adalah rekaman sebuah proses "Sinkronisasi Sistem" dalam laboratorium yang paling nyata: Rumah Tangga.

Saya menyebutnya Keluarga Ahdi. Sebuah nama samaran, namun memori dan ruh yang ada di dalamnya adalah murni dari apa yang terjadi.

Mengapa saya menulis ini?

Sebagai seorang Arsitek Nalar, saya menyadari bahwa membangun gedung yang megah jauh lebih mudah daripada membangun "Titik Nol" di dalam rumah sendiri. Di luar sana, kita bisa menjadi ahli dalam memberikan solusi, namun di dalam rumah, kita seringkali hanyalah "user" yang sering mengalami error saat menghadapi perbedaan frekuensi dengan pasangan.

Dalam bab-bab di buku ini, Anda akan menemukan dialektika antara:

  • Kebutuhan vs Keinginan (Antara rak buku dan estetika mewah).

  • Diam vs Suara (Antara lelah yang dipendam dan senyuman yang ditampilkan).

  • Materi vs Makna (Antara tabungan yang penuh dan saku suami yang berjuang).

Saya sengaja tidak mengekspos kekurangan secara telanjang. Bukan hanya karena itu tidak bermanfaat, tapi karena saya percaya pada satu hukum nalar: Kebaikan yang seluas samudra tidak boleh hilang hanya karena kita terpaku pada satu titik noda. Saya menulis ini untuk merayakan langit yang luas, bukan untuk meratapi satu awan mendung.

Buku ini adalah undangan bagi para penghuni rumah untuk melihat bahwa di balik setiap keputusan "kaku" sang ayah, di balik setiap penolakan jalan-jalan yang tak terukur, dan di balik lipatan laptop yang tertutup demi menemani putra kecilnya, ada sebuah desain besar bernama Cinta karena Allah.

Semoga catatan sederhana ini bisa menjadi cermin. Bukan cermin untuk melihat noda di wajah orang lain, melainkan cermin untuk melihat betapa indahnya jika dua nalar yang berbeda bisa bersatu menuju satu muara: Lillah.

Jika Anda menemukan diri Anda tersenyum, atau mungkin sedikit merenung di sela-sela tulisan ini, berarti sistem komunikasi kita sudah mulai sinkron.

Selamat membaca.

Salam Nalar,

Prof. Ahda

**

SINOPSIS: ARSITEKTUR TITIK NOL

Dinamika Nalar di Kediaman Ahdi

Bagaimana jadinya jika seorang Arsitek Nalar yang memuja kesederhanaan harus berbagi atap dengan seorang "Kurator Estetika" yang mendamba kemewahan?

Melalui catatan perjalanan Keluarga Ahdi, buku ini membedah labirin rumah tangga bukan dengan emosi yang meledak-ledak, melainkan dengan pembedahan logika yang jujur, jenaka, sekaligus menyentuh. Ini adalah kisah tentang sebuah rumah yang dibangun di atas dua sejarah yang berbeda: antara trauma masa lalu yang ingin disembuhkan dengan materi, dan kerinduan jiwa yang ingin pulang ke Titik Nol.

Di dalam buku ini, Anda akan menemukan jawaban atas anomali-anomali domestik yang sering dianggap sepele namun sarat makna:

  • Mengapa sepotong Bala-Bala bisa menjadi simbol kemandirian spiritual seorang suami?

  • Bagaimana sebuah Rak Buku bertarung melawan ego dekorasi demi memori masa depan sang putra?

  • Apa yang terjadi ketika sistem keuangan keluarga mengalami "Bailout" dari tabungan istri?

  • Dan mengapa seorang ayah rela melipat laptop serta kehilangan peluang duniawi hanya demi sebuah tatapan mata tanpa gangguan layar?

Ditulis dengan gaya bahasa yang segar—memadukan terminologi sistem informasi dan filosofi ketuhanan—Prof. Ahda mengajak kita menyadari bahwa kebaikan seluas samudra jangan sampai tertutup oleh satu titik noda. Buku ini bukan sekadar curhatan, melainkan sebuah Manifesto Cinta yang melepaskan ketergantungan pada apresiasi makhluk dan mengalihkan seluruh "kunci" kehidupan kepada Sang Pemilik Skenario.

Sebuah bacaan wajib bagi siapa saja yang sedang belajar bahwa membangun rumah tangga bukan tentang menyatukan dua kepala yang sama, tapi tentang menyinkronkan dua nalar yang berbeda menuju satu muara: Lillah.

"Karena pada akhirnya, kebahagiaan tidak terletak pada seberapa mewah ubin yang kita injak, tapi pada ketiadaan amarah saat kita duduk lesehan di atasnya."

Ahaha!


**

No comments:

Post a Comment

Peluang Magang Jurusan SI

Peluang Kerja SI

Technopreneur: Pengusaha IT Sebelum Lulus

Peluang Kerja Programmer PHP (Web)

Peluang Kerja Programmer Python dan Data Analyst

Pekerjaan Data Analyst dan Data Science

Kupas Tuntas Jurusan Sistem Informasi

Galeri Mahasiswa

Parenting: Calistung, Hapalan Quran, Keluarga