Pages

9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Friday, February 27, 2026

Menertawakan Kegagalan Bab 1 Anomali Jadi Anak Soleh dan Gaga Lulus S2 - Prof. Ahda Series

 Bab 1: Anomali "Anak Soleh" dan Sistem yang Delay

Di mata orang kampung, profil saya adalah "Gold Standard": Rajin belajar, kalem, dan (katanya) soleh. Secara algoritma masyarakat, orang seperti ini seharusnya punya jalan tol menuju kursi PNS—zona nyaman abadi bagi penduduk bumi.

Tapi, nampaknya Sang Arsitek Agung punya rencana Debugging yang berbeda untuk saya.

1. Kegagalan S2: "Buffering" yang Menyakitkan

Ketika saudara-saudara yang lain meluncur mulus menjadi abdi negara, saya justru tertahan di "Loading Screen". Saya gagal lulus S2 yang pertama. Di titik ini, nalar saya sempat hang. Bagaimana mungkin si rajin belajar ini bisa gagal? Karir dosen yang seharusnya menjadi main path (jalur utama) tiba-tiba terputus.

Dalam bahasa Sistem Informasi, saya sedang mengalami Latency (keterlambatan) yang cukup parah. Saat itu, ekonomi saya berada di level low storage.

2. Mengapa Bukan PNS?

Ini adalah anomali terbesar. Dari 4 saudara yang kuliah, hanya saya yang "keluar dari barisan" PNS. Saat itu, mungkin terlihat seperti nasib buruk. Namun, jika dilihat dengan Manifesto Ahda, ternyata saya sedang dipaksa untuk tidak bersandar pada "Server Gaji Negara", melainkan harus membangun "Server Mandiri" yang jauh lebih tangguh.

3. Nalar di Balik "Ketidakberuntungan"

Ternyata, kegagalan S2 dan tertundanya karir dosen adalah proses Burn-in Test. Tuhan sedang menguji apakah "Sholeh"-nya saya itu asli atau cuma User Interface biar kelihatan bagus di depan orang. Ekonomi yang kurang beruntung saat itu adalah cara Tuhan menjaga saya agar tetap di Titik Nol—tetap lapar akan ilmu dan tetap rendah hati.

Poin "Aha" untuk Bab ini:

"Kadang, Tuhan sengaja membuat sistem kita crash di awal (gagal S2), bukan untuk mematikan mesinnya, tapi untuk mengganti komponennya dengan yang lebih kuat. Saya tidak jadi PNS bukan karena saya tidak mampu, tapi karena saya sedang disiapkan untuk menjadi 'Freelancer-nya Tuhan' yang jangkauan manfaatnya tidak dibatasi oleh nomor induk pegawai."

**

Bab 2: Perlindungan Tanpa Syarat (Security Layer Terkuat)

Salah satu hal yang paling saya banggakan dan syukuri adalah betapa "rapatnya" perlindungan emosional dari Ibu dan saudara-saudara saya. Saat saya gagal lulus S2 pertama kali—sebuah kegagalan sistemik yang bagi saya sangat berat—Ibu dan keluarga justru tidak menghakimi.

Bukan karena mereka abai, tapi karena:

  1. Ketidaktahuan yang Menyelamatkan: Mereka mungkin tidak benar-benar paham teknis kerumitan S2 dan apa itu kegagalan lulus. Bagi mereka, saya tetaplah putra/adik yang sedang berjuang.
  2. Husnuzan Permanen: Mereka memiliki "Firewall" berupa kepercayaan penuh bahwa saya akan baik-baik saja. Tidak ada kata-kata buruk, tidak ada sindiran "kapan kerja" atau "kenapa gagal".

Inilah yang membuat saya merasa aman meski sedang berada di Titik Nol ekonomi dan karir. Keluarga tidak menjadi beban tambahan bagi sistem saya yang sedang crash, melainkan menjadi "Backup Battery" yang membuat saya tidak benar-benar mati lampu.

Poin "Aha" Tambahan:

"Dukungan terbaik bukanlah kata-kata motivasi yang berisik, melainkan penerimaan yang tulus saat kita sedang hancur. Keluarga saya memberikan saya kemewahan untuk 'gagal dalam diam', tanpa perlu merasa malu. Di situlah saya sadar, harta sesungguhnya bukan pada saldo rekening, tapi pada wajah Ibu yang tidak pernah berubah menatap saya, baik saat saya gagal S2 maupun saat saya berdiri di podium Profesor."

**

Kembali ke Daftar Isi Ahda


No comments:

Post a Comment

Peluang Magang Jurusan SI

Peluang Kerja SI

Technopreneur: Pengusaha IT Sebelum Lulus

Peluang Kerja Programmer PHP (Web)

Peluang Kerja Programmer Python dan Data Analyst

Pekerjaan Data Analyst dan Data Science

Kupas Tuntas Jurusan Sistem Informasi

Galeri Mahasiswa

Parenting: Calistung, Hapalan Quran, Keluarga