Pages

9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Saturday, February 28, 2026

Menertawakan Kegagalan Bab 5 Laboratorium Kehidupan - Prof. Ahda Series

 Bab 5: Laboratorium Kehidupan & Konser di Ruang Kelas

Masa penantian 3 tahun untuk S1 ternyata tidak saya lewatkan dengan melamun. Saya mengambil peran sebagai "Teknisi sekaligus Orator".

1. Menjadi "Dokter" Komputer

Sambil menunggu modal terkumpul, saya nyambi jadi tukang servis komputer. Di sinilah nalar MI saya benar-benar diuji secara praktis. Saya belajar bahwa memperbaiki Hardware itu butuh kesabaran, persis seperti memperbaiki nasib saya yang saat itu sedang "rusak" secara ekonomi.

2. Hebohnya Sambutan Santri: "The Ahda Effect"

Inilah fenomena yang paling unik. Sebagai guru honorer, saya tidak datang dengan wajah sangar. Saya datang dengan keramahan, kemudahan dalam menjelaskan materi, dan (mungkin) aura "anak soleh" yang menenangkan.

Hasilnya? Setiap kali saya masuk ke kelas atau laboratorium komputer, suasananya berubah menjadi konser!

  • Siswa, siswi, bahkan para santri di pesantren besar menyambut saya dengan kehebohan yang luar biasa.
  • Sampai-sampai kelas sebelah sering kaget, mengira ada perayaan apa di lab komputer. Padahal, itu cuma sambutan untuk seorang guru honorer yang sedang "menabung" nasib.

3. Nalar Pedagogi: "High Tech, High Touch"

Di masa ini saya menyadari satu hal penting: Ilmu komputer itu sulit, tapi kalau disampaikan dengan hati (High Touch), materi yang paling rumit pun akan terasa ringan. Inilah cikal bakal mengapa kelak saya menjadi Profesor yang tidak "menara gading"—karena saya dibentuk oleh riuhnya tepuk tangan santri dan debu-debu CPU yang saya bersihkan setiap hari.


Poin Aha untuk Bagian ini:

"Jangan pernah merasa kecil saat menjadi honorer. Masa-masa sulit itulah laboratorium yang sesungguhnya. Di sana, saya belajar bahwa keberhasilan seorang guru bukan diukur dari seberapa banyak teori yang ia hafal, tapi dari seberapa heboh binar mata siswanya saat melihatnya masuk ke ruangan. Saya adalah tukang servis komputer yang sedang belajar menyervis masa depan banyak orang."

**

Kembali ke Daftar Isi Ahda


No comments:

Post a Comment

Peluang Magang Jurusan SI

Peluang Kerja SI

Technopreneur: Pengusaha IT Sebelum Lulus

Peluang Kerja Programmer PHP (Web)

Peluang Kerja Programmer Python dan Data Analyst

Pekerjaan Data Analyst dan Data Science

Kupas Tuntas Jurusan Sistem Informasi

Galeri Mahasiswa

Parenting: Calistung, Hapalan Quran, Keluarga