Ekspresi | Belajar HTML dan PHP | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
STAI Al-Falah
Belajar Pemrograman PHP, MySQL, Framework CI, Domain, Hosting dan CMS Wordpress
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Inggris Arab

Tuesday, February 26, 2013

Blog Adalah Hartaku Yang Tersisa



Blog Adalah Hartaku Yang Tersisa


Pada postingan ini saya mencoba untuk mendeskripsikan isi hati seorang mahasiswa yang sedang diberikan ujian berupa kegagalan dalam kuliah dan karirnya. Selamat menyimak!


Aku termasuk orang yang ingin sekali kuliah. Kuliah setinggi-tingginya menjadi cita-citaku sejak kecil. Usahapun terus dilakukan sebisa mungkin, walaupun aku bukan mahasiswa yang menjadi nomor satu di kelas.

Ketika kuliah S1 harus tertunda selama 3 tahun, aku terus belajar secara otodidak materi S1. Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan S1.

Setelah S1, pekerjaan pun semakin banyak terbuka, sehingga seringkali kesulitan untuk memilihnya. Namun demikian, aku tidak merasa cukup dengan karir/pekerjaan yang ada, di benak masih tertanam kuat keinginan untuk kuliah S2.

Karena baru lulus S1, jadi belum sempat nabung. Tapi keinginan untuk kuliah lagi semakin mendesak. Akhirnya, aku memutuskan untuk kuliah S2 di jurusan yang sesuai dengan pendapatanku yang masih pas-pasan, karena memilih bidang yang kurang komersil.

Ketika mau daftar, ternyata Allah memberikan beasiswa di sebuah universitas. Maka kebahagiaan pun sangat terasa.

Namun masalah mulai terasa ketika beasiswa terlambat cair hingga 6 bulan. Itu juga tidak ada kejelasan dari pihak sponsornya. Ini menjadi pukulan telak pertama buatku yang harus meninggalkan pekerjaan sesuai syarat beasiswa bersangkutan.

Alhamdulillah, atas pertolongan Allah dan bantuan semua teman-teman yang sangat baik, aku mampu menyelesaikan semua matakuliah dengan nilai yang lumayan bisa dipakai untuk daftar S3. Ini menjadi penyemangat hidupku, walaupun hidup terasa semakin susah.

Di akhir semester, aku segera bangkit untuk menyelesaikan tugas akhir. Aku yakin dan berjuang keras agar menyelesaikannya di awal waktu, karena akan mengejar kesempatan S3 dan melanjutkan karirku. Namun, taqdir berkata lain, tampaknya aku tidak cukup kompeten untuk menyelesaikan tugas tersebut, berbagai kesalahan terus bermunculan.

Hingga akhirnya, setelah berbulan-bulan masa bimbingan yang belum juga membuahkan hasil yang diinginkan, walaupun perhatian dari pembimbing sudah mulai semakin baik, tapi aku tidak mengerti karena harus kehilangan kemampuan belajar yang biasanya tertanam kuat dalam diriku. Semangat untuk kuliah hilang, aku tidak berbuat apa-apa ketika ingin menulis yang berkaitan dengan topik penelitian. Ini menjadi pukulan telak yang sangat berat buatku.

Berbagai usaha sudah dilakukan untuk memulihkan semangatku, tapi sampai saat ini tidak ada hasil. Kini hanya bingung, malu, dan tidak mengerti terhadap diri sendiri, kenapa aku tidak bisa berbuat apa-apa?

Daripada stres, saya segera berpikir ilahiah yang berujung pada sabar dan ikhlas menerima semua ketetapan Allah. Lulus atau tidak, karir bagus atau tidak bukanlah jadi harapanku saat ini. Hanya setitik iman yang sedang ku pertahankan.

Ku berusaha terus mengikhlaskan semuanya hilang, kecuali iman semoga masih tertanam dalam hatiku. Mungkin aku juga harus bersyukur, karena masih ada satu lagi yang membuatku bahagia, yaitu blog. Blog adalah hartaku yang tersisa, yang saat ini sangat membantu menghibur kedukaan ini.


Sumber:
Mahasiswa yang sedang berjuang dalam penelitian akhirnya.


"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment