Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
Jurnal STAI al Falah
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, September 14, 2014

Anggota Yang Baik Tidak Selalu Harus Taat dan Patuh Pada Partai

Fenomena beberapa kepala daerah menentang Pilkada yang dimandatkan kepada DPRD bukanlah sebuah tanda gubernur atau bupati bersangkutan termasuk anggota yang tidak baik di partai.


Orang-orang yang menentang kebijakan partainya belum tentu ingin berbuat ‘makar’ terhadap partainya. Namun mungkin saja beberapa gelintir mereka menjadi pengendali dan pengingat bagi partainya.

Saya sangat bahagia ketika ada beberapa pemimpin yang berani unjuk gigi kepada partainya sendiri demi membela rakyat berdasarkan prinsip-prinsipnya sendiri.

Beberapa kepala daerah pemberani tersebut antara lain: Ridwan Kamil dari Bandung, Bima Arya Sugiarto dari Bogor, dan Ahok menjadi yang paling santer diberitakan, mungkin karena keberadaannya di Jakarta dan gaya bicara Ahok yang terlalu galak.


Di saat beberapa anggota partai terkesan ingin ‘memenjarakan’ keberanian Ahok, semoga warga Indonesia, khususnya warga Jakarta berani membela Ahok.

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

2 comments:

  1. bener juga sih artikel diatas, jadi kader partai harus bisa mengambil sikap jika kebijakan partai tidak pro rakyat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak saya sebal ketika mendengar para elit politik seolah-olah mengatakan bahwa yang loyal itu yang manut-manut saja pada ketua partai. Ini bisa membahayakan negeri ini. :)

      Delete