Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Thursday, October 30, 2014

Menteri Lulusan SMP Susi Pudjiastuti Permalukan Profesor


Gaya nyentrik Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menghebohkan dunia berita tanah air.

Mulai dari Susi suka merokok, punya tato di kaki, hingga ketidak-percayaan sebagian pakar atas kompetensi Susi karena hanya lulusan SMP. Kenapa ya Pak Jokowi mengangkat orang seperti ini, emang tidak ada lagi orang baik di negeri ini? Ini nih pertanyaan yang saya jumpai di berbagai media online.

Namun para pembela keputusan Jokowi dan Susi pun ikut menjawab.


Kontra: Memang Susi sukses membangun usahanya, tapi ia belum tentu tahu tentang teori kelautan, teori ini, teori itu, konsep bla-bla-bla

Pro: Memangnya profesor yang menguasai banyak teori dan konsep sudah mampu mempraktekkannya? Hiks…hiks.. Ini mengiris hati sebagian profesor nih karena Susi dikenal sudah lama suka memberikan bantuan kepada warga sekitar Pangandaran. Sementara banyak profesor yang jangankan mensejahterakan warga, mahasiswa sendiri saja ditelantarkan jadwal kuliahnya.

Kontra: Memangnya sudah tidak ada orang baik-baik di negeri ini, kok yang pakai tato masih bisa jadi menteri?

Pro: Lalu, di mana orang-orang baik di negeri ini? Mereka melarang pakai tato di kakinya, tapi mereka suka memasang ‘tato’ di hatinya.


Oleh karena itu, kehadiran Bu Susi jadi menteri bukan mengundang kita untuk mencibir Jokowi dan Bu Susi, tapi tanyakan saja kepada diri sendiri: “Apakah aku sudah berbuat lebih baik dari Bu Susi?” Lalu, kenapa Tuhan tidak memilih aku jadi menteri? He…he…

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

1 comment:

  1. susi sudah ga punya malu..karena tidak punya etika...tidak perlu mempermalukan orang lain karena orang lain memang punya malu,,.

    ReplyDelete