Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Saturday, October 4, 2014

Tolak Ahok Karena Non-Muslim!!!

Isu menolak Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta belum reda juga apalagi setelah Jokowi menjadi presiden terpilih.

Meskipun Ahok terkenal dengan kegarangannya, tapi bukan ini alasan ia ditolak sebagian warga Jakarta. Sekelompok orang yang mengatas-namakan Muslim tidak rela dipimpin oleh non-Muslim.


Hal ini hampir sama hebohnya ketika Indonesia akan dipimpin oleh Megawati. Sebagian umat Muslim hanya bisa menerima presiden itu laki-laki. Kalau diserahkan kepada perempuan, sebuah negeri bisa berantakan.

Lalu? Ternyata takdir lebih kuat. Megawati tampil menjadi presiden di negeri mayoritas Muslim terbesar ini.

Kini Ahok. Apakah akan dicopot dari gubernur DKI karena non-Muslim?
Kalau hanya melihat dalil tersurat, banyak Muslim akan menolak pemimpin non-Muslim. Namun ketika ditanya, maukah kamu dipimpin oleh pemimpin munafik? Pasti tidak semua Muslim mampu menjawabnya dengan lantang.

Kita tahu banyak pejabat negeri ini yang tersandung korupsi. Mereka beragama Islam.

Yang lebih pusing lagi (kalau mau mikir), banyak pemimpin Muslim yang tidak mau menunjukkan niat tulus sebagai Muslim yang baik.

Kita tahu banyak anggota dewan yang glamor dan so elite. Kita tahu banyak yang ngaku ulama bolak-balik ibadah haji. Para dosen naik mobil mengkilap yang diperoleh dari berbagai proyek yang sering menelantarkan jadwal perkuliahan mahasiswa. Mereka banyak Muslim lho…

Jadi, kita mau dipimpin non-Muslim yang ada niat baik untuk menata negeri ini? Atau kita memaksa pemimpin Muslim walaupun berjiwa munafik tak mau memperhatikan fakir-miskin?

Pasti jawabannya bengong atau mengeluarkan segudang dalil tersurat tanpa dipahami makna tersiratnya.

Kan, kalau pemimpin non-Muslim boleh jadi ada rencana terselubung yang bisa menghancurkan Islam. Apakah kita bisa menjamin akan jahat seperti itu?

Di tengah krisis pemimpin Muslim, saya berpendapat bahwa warga Muslim sebaiknya lebih bersikap santun dan bijak terhadap pemimpin non-Muslim:
1. Kalau ingin mencopot non-Muslim, lalu siapa penggantinya yang pasti baik.
2. Lakukan penelitian tentang track record pemimpin bersangkutan. Apakah ada negativisme terhadap Islam.

Harus ingat juga:
1. Ahok mengobrak-abrik pejabat jahat ibu kota. Berapa banyak pemimpin Muslim yang melakukannya?
2. Ahok berani menolak pendapat partai yang mengekspos “lapar kekuasaan”. Apakah pemimpin Muslim banyak yang berani seperti itu?
3. Ahok memberikan e-transparansi keuangan DKI. Pemimpin Muslim?

Sebenarnya saya juga ingin dipimpin oleh pemimpin Muslim. Namun banyak pemimpin Muslim yang mengecewakan sampai saat ini.


Jadi, saya sendiri masih rela dipimpin oleh non-Muslim yang baik daripada dipimpin pemimpin Muslim yang munafik. Anda?

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

1 comment:

  1. ngga tahu mas saya, karena ngga tinggal di Jakarta jadi ngga bisa ngerasain dampak pemimpinan ahok. Tapi kalau pengen jujur. beberapa tahun ini di kota saya, Gubernurnya telah dipimpin oleh Non-Muslim. Namanya Agustis Teras Narang. Pencapainnya sangat luar biasa. Silahkan kita lihat mas di Track Record-nya yg Luar biasa dalam memajukan kota saya. Efeknya pun sangat terasa di masyarakat.

    ReplyDelete