Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
Jurnal STAI al Falah
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, November 2, 2014

Film Indonesia Harus Belajar Dari Film India Jodha Akbar

[writtenupdate.net in]

Sebagian orang Indonesia sudah tidak suka nonton TV Indonesia, apalagi setelah adanya Youtube. Katanya, berita basi, filmnya pun kering enggak mutu. J

Namun malam minggu saya nonton film Jodha Akbar. Ternyata film ini menyimpan sastra dan pesan peradaban yang sangat keren.


Meskipun ada yang mengatakan bahwa Jodha Akbar tidak sesuai dengan fakta sejarah, namun simbol-simbol dan alur cerita sangat mirip dengan kepemimpinan raja Jalaluddin Akbar hingga pendirian Taj Mahal di India oleh cucunya.

Selain punya nilai-nilai sejarah penyatuan peradaban Islam dan Hindu, bahasa yang digunakan pun sangat banyak mengandung sastra.

Cerita singkatnya begini:
Raja Jalal adalah raja paling terkenal dan terkuat di India, ia adalah raja di kerajaan Mughal yang tentunya beragama Islam.

Ratu Jodha adalah ratu entah nomor berapa karena Jalal banyak sekali isterinya. Jodha berasal dari kerajaan Hindu yang sempat bersumpah untuk meletakkan kepala Jalal di kaki patung sembahannya karena prajurit Jalal pernah merusak kuilnya.

Jodha sangat terpaksa dinikahi Jalal sehingga walaupun sudah nikah, ia masih belum seperti suami-isteri umumnya. Ia selalu menghindar dari Jalal dan selalu mengangap Jalal serba salah.

Berbeda dengan Jalal, walaupun terkenal sangat gagah, ia tampak sudah menangkap aura cinta di mata Jodha sehingga seringkali menggoda dan menyindir dengan bahasa sastra.

Walaupun Jalal dikenal tak punya hati dan cinta, tapi tampaknya mulai tumbuh pada saat melihat Jodha yang cantik, cerdas dan lembut.

Yang mengesankan saya adalah perseteruan Jodha dan Akbar tidak menunjukkan unsur kekerasan rumah tangga, tapi justru perang bahasa sastra. Ini belum saya temukan di film Indonesia. Film kan sebagian karya sastra…. J
"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment