Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, November 16, 2014

Merenungi Jadi Guru Universitas dan Guru SD…

Dari dulu, saya suka sedikit kepikiran (kalau berpikir, terlalu serius kali…): “Enak mana, jadi guru SD atau dosen ya…?

Muncul pendapat: “Guru SD itu seharusnya profesor!” Wah, saya semakin mengerenyitkan dahi agar bisa memahami pendapat tersebut.


Ngajar anak-anak SD bukan hanya sebatas transfer ilmu yang ada dalam matapelajaran, tapi guru harus mendidik dan mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual juga. Bahasa entengnya, bukan anak dipaksa menghapal, tapi anak dirangsang agar kreatif belajar.

Baru-baru ini saya punya dugaan bahwa “Guru SD dan Dosen itu sama-sama beratnya.”

Guru SD harus mampu mengurus para siswanya dengan telaten, sabar menghadapi anak yang jingkrak-jingkrak susah di atur, pandai menghibur anak yang tiba-tiba nangis, pasrah kalau aroma kelas cukup menyesakkan hidung. J

Bagaimana dengan dosen? Sekilas dosen itu lebih enteng karena mahasiswanya sudah tidak lagi mondar-mandir di kelas, tidak naik kursi dan meja, kecuali tidur yang dihalangi kacamata. J Namun dosen harus mempersiapkan mental dan ilmu untuk menghadapi berbagai pertanyaan mahasiswa yang mungkin saja tidak terjawab dengan tepat.

Lalu, mana yang paling mudah, dosen atau guru SD? Tergantung selera.
Mana yang paling rumit, dosen atau guru SD? Tergantung juga karena dosen harus mampu menjawab pertanyaan rumit dari mahasiswanya, sedangkan guru SD harus mampu membawa anak untuk mau belajar. Ah, dua-duanya enggak mudah..

Kalau hanya menjatuhkan sanksi sih gampang…. Anak SD tak mau belajar, suruh saja berdiri di depan kelas; agar mahasiswa enggak banyak nanya, pasang saja gaya dan wajah non-kooperatif kaya monster, pasti mereka sangat takut bertanya. Namun apakah ini tidak melanggar pekerjaan guru dan dosen??? Kasihan bangsa ini, kalau hanya dikekang dan ditakuti!!!


Jadi, mau pilih mana….?

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

2 comments:

  1. sama sama tenaga pengajar, tapi kok bisa beda ya mas, hmmm aneh deh :)

    ReplyDelete
  2. dosen saya selalu bikin presentasi.

    tiba-tiba presentasi aja. lalu dosennya duduk dibelakang main hape.

    ReplyDelete