Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Monday, February 2, 2015

Belajar Bahasa Inggris Dengan Campuran

Salah satu anak tetangga sejak kecil (balita) sudah dibiasakan berbicara bahasa Inggris mungkin karena ibu dan ayahnya lulusan bahasa Inggris. Namun kerennya, sang anak praktek bahasa Inggris ke neneknya juga.

Caranya adalah dengan mencampurkan bahasa Inggris dengan bahasa Sunda atau bahasa Indonesia.

Contoh:
Nek, aku mau apel yang red merah dooong…!
Nek, aku punya money uang, mau?


Berdasarkan contoh di atas kita menemukan kosakata (vocabulary) bahasa Inggris yang dicampur dengan bahasa Indonesia:

Red = merah
Money = uang

Dengan cara ini, lawan bicara yang tidak paham bahasa Inggris tidak akan kesulitan memahami yang dibicarakan sang anak karena otomatis ada terjemahannya.

Namun saya berpendapat bahwa sebaiknya tidak semua kata dalam satu ungkapan dicampur bahasa Inggris karena akan mengekang sang anak. Contoh:

[I aku] [want mau] [apple apel] yang [red merah]

Jadi, cukup satu atau dua kata saja dalam satu kalimat/ungkapan.

Cara ini akan bermanfaat untuk menambah perbendaharaan kosakata kita.
Apakah cara ini berbahaya?
Saya  pikir tidak bahaya. Kalau ketika besar sang anak tidak mau belajar bahasa Inggris lagi, maka nasibnya akan seperti sebagian pejabat saat ini.

Pejabat saat ini agak sering terdengar menggunakan dua kata sinonim. Contoh:

Kita harus senantiasa menggali [knowledge atau pengetahuan].
Penjahat itu harus diberi [punishment atau hukuman].



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment