Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
Jurnal STAI al Falah
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Tuesday, February 3, 2015

Present Tense Kalimat Nominal atau Statis

Kalau ada perbedaan nama dalam sebuah ilmu janganlah dijadikan pusing, jangan pula dijadikan senjata untuk mempermalukan orang lain.

Pertama kali membaca buku grammar bahasa Inggris, saya membaca ada “Kalimat Nominal.” Setelah beberapa tahun kemudian, saya mendengar bahwa “Sebenarnya pada bahasa Inggris itu tidak ada kalimat nominal.” Aku terperanjat dan langsung menangis karena ingin jajan es cream ups…..

Ketika membaca buku grammar lagi, ternyata benar saja sang penulis tidak menyebut “Kalimat Nominal”, tapi “kalimat statis”.


Yang menyebut “kalimat statis” beralasan karena dalam kalimat bahasa Inggris harus selalu ada kata kerja. Apabila tidak ada kata kerja asli, maka harus ada kata kerja penggantinya yang dikenal dengan istilah “to be” (dibaca: tubi).

Lalu, alasan yang menyebut “kalimat nominal” adalah karena kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memang tidak ada kata kerjanya. Pusing Maaang……! Tenang, ini contohnya:

She is beautiful
(Dia cantik)

She is beautiful terdiri atas she (subyek) + is (to be) + beautiful (kata sifat)
Sedangkan kalimat “Dia cantik” terdiri atas Dia (subyek) + cantik (kata sifat)

Jadi, pilih mana, “kalimat nominal” atau “kalimat statis”?
Untuk praktek, saya mana saja yang ingat. He…he…
Kalau ngobrol dalam forum diskusi teori bahasa Inggris baru mikir-mikir untuk menggunakan istilah “Kalimat statis”. Itu juga sering lupa karena jarang sekali diskusi tentang bahasa Inggris, wong kerjaan saya ngobrol sama cangkul. Ha…ha..

Cukup dulu tentang istilahnya, kita coba memahami contoh kalimatnya!
Pola:
Subyek + to be + bukan kata kerja

Contoh:
I am a student.
(Saya seorang murid)

I am a teacher.
(Saya seorang guru.


Sudah ada gambaran, kan? Kalau masih pusing, jangan dipaksakan, ambil bala-bala dulu biar lebih adem…. J

Kalau kepala sudah adem lagi, kita lanjutkan…
Wahai para pendekar dari Gunung Kelud (lebay….), senjata ini harus diingat…
* To be dalam Present Tense itu mencakup “are, am, is” (agar mudah diingat, saya membacanya “Armis”, ya anggap saja nama orang)

“are” digunakan untuk subyek They, We, You
“am” digunakan untuk subyek I
“is” digunakan untuk subyek she, he, it

Ingat, ingat, ingat saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Ketiga to be di atas tidak boleh salah subyek. OK!!!!

Ini saya kasih contoh lagi:
I am a doctor.
(Saya seorang dokter)

They are doctors.
(Mereka adalah dokter)

We are doctors.
(Kita adalah dokter)

You are a doctor.
(Kamu seorang dokter)

She is a doctor.
(Dia [perempuan] seorang dokter)

He is a doctor.
(Dia [laki-laki] seorang dokter)

It is a doctor.
(Dia [kucing] seorang dokter).
“It” diartikan pengganti “kucing”, ini sebagai contoh aja. Masa iya ada kucing jadi dokter. Tapi mungkin juga ada dokter untuk sesama kucingnya atau dokter-dokteran. J



Sudah dulu ah kenalan dengan Nona To be –nya ya…. :)

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment