Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, March 15, 2015

Saya Mau Daftar ISIS Segera!

ISIS semakin terkenal saja, bahkan Indonesia diduga menjadi negara sasaran perekrutan anggota ISIS.

Entah apa yang mereka persiapkan sehingga mampu membangun kekuatan dahsyat. Padahal mereka pasti sembunyi-sembunyi di balik pemerintahan yang ada.

Kalau taring Iran muncul itu sangat mungkin karena didukung oleh pemerintahnya sendiri untuk keras terhadap Barat (yang nakal). Tapi apakah ISIS dilegalkan oleh Syuriah dan Irak? Tidak, kan?


Irak sendiri baru-baru ini menggempur ISIS untuk merebut kembali sebuah kota yang sudah diduduki komunitas ekstrimis tersebut. Ini bukti bahwa pemerintah tidak ada di balik mereka.

Lalu, kenapa Indonesia menjadi sasaran?
Saya mencoba membuat hipotesis ringan tentang alasan ISIS merekrut orang Indonesia, antara lain:

1. Orang Indonesia relatif mudah beradaptasi
Kita bisa melihat orang-orang menyambut baik turis asing, para bintang film dan tamu-tamu dari negara lain. Bahkan sebagian Indonesia tampak lebih cinta pada bahasa asing.

Bagaimana dengan negara-negara Arab?
Ada rumor bahwa orang Arab itu ada yang merasa lebih tinggi dari bangsa lain. Bahkan dirumorkan pula kuatnya bahasa Arab cukup dipengaruhi oleh ketidak-mauan orang Arab belajar bahasa Inggris.

Ini bukan tanpa alasan. Suatu ketika sekolah saya dulu kedatangan guru dari salah satu negara Arab. Di awal-awal, ia masuk kelas semaunya. Ketika ditegur oleh salah satu guru yang mampu berbahasa Arab dengan bahasa yang dihalus-haluskan, guru orang Arab tersebut tetap marah! Lha…ada apa dengannya?

Berbanding terbalik dengan orang Indonesia. Contoh kita jadi dosen tamu yang baru beberapa kali ngajar. Kemudian kita ditegur oleh bagian pendidikan karena jadwal ngajar salah. Mungkin kita akan gelagapan dan segera meminta maaaf.

Nah, sikap baik orang Indonesia ini bisa dimanfaatkan ISIS.

2. Orang Indonesia kurang rajin berpikir kritis
Orang Indonesia memang sudah banyak yang berprestasi, tapi masih banyak pula yang hidup di alam kegelapan ilmu pengetahuan.

Bahkan ada yang rajin menghapal tentang agama, tapi mereka tidak berusaha untuk memahaminya dengan kritis. MIKIR menjadi barang langka bagi sebagian orang Indonesia, meskipun yang rajin membaca. Kenapa? Karena ada budaya tunduk dan patuh pada guru walaupun tidak mengerti. Kalau tidak patuh, gurunya pasti marah!!!

3. Muslim Indonesia masih belum memiliki idola
Kita tahu bahwa banyak sekali orang Islam jadi pemimpin di negeri ini, tapi apakah orang-orang Muslim Indonesia sudah menemukan idolanya di pemerintahan atau di legislatif?

Yang terdengar, para koruptor banyak orang Islam, anggota DPR yang berantem banyak orang Islam, karena memang kebanyakan yang memegang kuasa negeri ini orang Islam.

Sayangnya, pemimpin Muslim belum mampu menjadi idola Muslim lainnya. Sementara itu, ISIS dikabarkan mau dan mampu mengimingi-imingi hadiah untuk yang mampu merekrut anggota baru. Apakah ini tidak menggiurkan? Apalagi dilabeli bendera “JIHAD”.

Apakah ISIS muncul tanpa sebab?
Pasti ada celah untuk didobrak oleh ‘para pejuang’ ISIS. Kita tahu bahwa TKI Indonesia sering terdengar menderita dan berderai air mata karena kelakuan para majikannya di Arab dan Malaysia. Bukankah kedua negara ini mengibarkan ‘bendera’ Islami? Tapi kenapa TKI terus menderita, padahal orang Islam juga?

Kenapa orang Islam Indonesia banyak yang miskin, sementara saudaranya yang sama Muslim banyak juga yang kaya?
Ini peluang besar untuk dimanfaatkan ISIS. “Daftar segera ke ISIS dan dapatkan bayaran gede di dunia dan surga!” Mungkin begitu kata para pemangku ISIS. He..he..

Lalu, apakah saya akan segera daftar ISIS?
Saya enggak punya nyali untuk perang. Mendingan nanam singkong saja di ladang. He..he..


Jenggot 1 lembar saja enggak terurus, apalagi harus ngangkat senjata!!! Dor, dor, doooor!!!

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

1 comment:

  1. wah isis semakin banyak aja blog yg membahasnya ya mas. he he ;-)

    ReplyDelete