Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Wednesday, April 15, 2015

Menjaga Budaya Lokal Sunda, Malah Konsumtif!!! Makanya Mikir!!!

Sekarang sedang cukup gencar usaha melestarikan budaya lokal, seperti mengenakan baju adat Sunda, memainkan alat musik lokal (tradisional), dll.

Namun saya tak habis pikir, kenapa orang-orang kita ini seolah-olah tidak mau keluar dari budaya konsumtif?

Memang menjaga budaya lokal itu bagus, tapi kenapa harus instan? Kita langsung mewajibkan mengenakan baju kebaya, batik, iket, atau pakaian khas lain, tanpa memikirkan bagaimana siswa/mahasiswa mendapatkannya. Alhasil, orang tua mereka harus membeli!!!


Saya heran!!!! Kenapa terpikirnya harus beli melulu? Kenapa bukan kita dilatih untuk membuat sendiri? Atau mahasiswa diajak dulu cari duit, baru membeli baju adat?

Banyak orang Indonesia tampak ingin sekali menyeragamkan dengan cara apapun. Misal, kalau lagi terpikir memelihara batik, maka langsung dikeluarkan aturan semua pegawai atau mahasiswa atau siswa harus mengenakan batik! Kenapa tidak dipikirkan bagaimana cara agar mereka membeli batik tidak selalu minta kepada orang tua?

Melestarikan budaya lokal itu bagus, tapi kalau membebani orang tua itu kurang ajar namanya! Melestarikan nilai-nilai lokal itu bagus, tapi kita tidak boleh selalu harus jadi konsumen.

Banyak cara lain untuk menjaga budaya lokal, misal:
1. Menerapkan hari berbahasa daerah
2. Mengundang nara sumber yang sudah berkecimpung di dunia seni daerah. Keuntungannya, mahasiswa jadi mengenal budaya lokal, sang nara sumber dibayar.
3. Menganjurkan mengenakan pakaian khas daerah bagi yang sudah mampu, tapi jangan semua. Boleh berikan apresiasi bagi yang sudah mampu.
4. Ajak siswa/mahasiswa untuk usaha dulu, baru membeli batik atau baju khas daerah lainnya dengan uang sendiri, bukan minta kepada orang tua….!!!
5. dsb.


Jangan ajarkan kami budaya instan dan konsumtif melulu dong… wahai orang-orang pintar!

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

No comments:

Post a Comment