Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Friday, April 10, 2015

Yang Jahat Itu Israel atau Hamas, Sok Tahu Lu?

Ketika saya berbicara dengan para penentang kekejaman Israel seringkali teriak “benci Israel, dukung Hamas!” menyeruak.

Kalau kita tidak berpikir panjang pasti langsung setuju, kita bela Palestina, kita bela Hamas, sampai darah penghabisan. Mati di palestina adalah jihad!!!!

Namun kalau membaca artikel ini, bagaimana reaksi kita ya…?
“Pemimpin Hamas bersantai ria saat rakyat Gaza berdarah-darah akibat roket Israel.” (islamtoleran.com)


Judul artikel situs Islamtoleran tersebut mengingatkan saya pada penilaian orang Indonesia terhadap Saddam Husein. Sebagian menilai Saddam sebagai penegak Islam yang pemberani melawan Amerika Serikat. Sebagian yang lain menganggap Saddam telah menyengsarakan rakyat Irak dengan keangkuhan dan kerakusannya berkuasa yang dibalut dengan simbol-simbol Islam.

Saya jadi bertanya, lalu siapa yang benar dari mereka?
Apakah Hamas itu kumpulan para pahlawan atau penindas rakyat sendiri?
Apakah Saddam Husein itu pejuang Islam atau seorang penguasa otoriter negeri Islam?

Mungkin kedua pertanyaan di atas bisa menjadi solusi buat kita agar tidak terlalu mudah terbujuk rayu masuk ISIS atau Islam garis keras lainnya karena boleh jadi ada yang memberitakan bahwa ISIS sebenarnya tidak sekejam yang diberitakan oleh media mainstream, ini bukan tidak mungkin kan?

Kalau sekarang belum ada, mungkin nanti akan ada yang mengaku ustadz atau yang mengaku para pejuang Islam Indonesia yang menyuarakan begini:
“Sebenarnya ISIS itu tidak seperti yang diberitakan media massa. Mereka ingin berjihad menegakkan Islam, namun antek-antek Yahudi memutarbalikkan fakta sehingga ISIS dicap teroris.”

Uangkapan seperti di atas pernah muncul juga ketika menanggapi para teroris, seperti para pelaku bom Bali, bukan?
“Mereka itu syahid, hanya media massa yang anti Islam menyebutkannya teroris”.

Bahkan tak sedikit yang mengagumi Ossama bin Laden yang dicap teoris karena sebagian dari kita menganggap label teroris yang disematkan kepada Ossama hanya akal-akalan Amerika saja untuk membuat orang benci Islam, padahal yang sebenarnya teroris itu Amerika sendiri karena sudah mendukung Israel.

Nah, kan bingung…? Susah membedakan mana yang benar-benar jahat dan baik?
Akhirnya muncul Muslim yang apatis, “ah daripada mikirin berita di atas mendingan nyari duit, nyangkul atau jualan.”

Sok tahu lu….!!! Mikirnya baru nyampe perut!!! Kata yang mengaku Jihadis. Hiks..hiks…


"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

No comments:

Post a Comment