Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Thursday, May 14, 2015

Ngaji Tahunan, Eh Enggak Bisa Iqra Satu, Cek Anak Kita!



Sudah beberapa kali, tetangga datang ke rumah dan menitipkan anaknya yang belum bisa ngaji padahal ia sudah ngaji dengan guru ngajinya bertahun-tahun.

Masalahnya, bukan belum bisa ngaji kelas tinggi, tapi baca Iqra (a ba ta tsa) saja belum bisa. Ya ampuuuun, betapa malangnya anak-anak kita…!


Coba bayangkan, kita ini orang Islam, punya anak sudah kelas 1 SMP belum bisa baca Quran sama sekali. Ini keterlaluan juga, menurut saya…!

Kalau kita sebagai orang tua, coba cek sesekali (kalau tidak bisa sering), minta anak kita membaca Quran atau pelajaran agama yang diperoleh di sekolah atau di tempat ngaji. Walaupun kita bukan ustadz, secara naluri akan bisa menilai anak, apakah mereka benar-benar ngaji atau enggak? Ini sudah dipraktekkan oleh seorang pedagang ikan pindang. Si Ibu ini sendiri tidak bisa ngaji dengan bagus, tapi ia suka mendengar guru ngaji membaca Quran. Sehingga ketika anaknya tidak lancar baca Quran, ia bisa mengetahuinya.

Kalau kita sebagai guru ngaji, baik formal maupun non-formal, coba cek anak didik kita, apakah dia sudah ada perkembangan ilmunya. Murid saya kan IQ super lemot?

Kita harus bisa membedakan dengan cara mengecek berkali-kali, apakah anak didik kita itu IQ rendah atau enggak normal. Kalau yang enggak normal, biasanya sudah ratusan kali diajari hal yang sama, mereka terus lupa. Kalau begini, kita harus sabar dan mencarikan sesuatu yang bermanfaat untuk mereka, tidak perlu dipaksa bisa ngaji. J

Kalau murid kita kecerdasannya rendah, maka ini bisa diberikan perhatian khusus, misal disuruh mengulang satu kata sebanyak 10 kali atau bahkan sampai 50 kali hanya untuk membaca satu baris tulisan Arab. Setelah diulang-ulang, mereka biasanya bisa juga ngaji.

Repot banget harus ngurus murid otak lemot?
Makanya, murid yang cerdas sarankan untuk belajar di rumah. Datang ke pengajian, mereka harus siap tes! (Tapi jangan merepotkan orang tua lagi ya…) Kalau kita ingin membiarkan murid otak lemot tanpa diberikan solusi sehingga mereka sama sekali tidak bisa membaca huruf Hijaiyah, sebaiknya segera kembalikan kepada orang tuanya, minimal diberitahukan bahwa Anda sebagai gurunya tidak mampu.

OK. Itu saja. Hati-hati para guru dan orangtua, jangan biarkan anak kita berlabel sekolah, tapi enggak bisa apa-apa.

Sekali lagi, masa ngaku ngaji sudah 7 tahun, mereka tidak bisa membaca huruf hijaiyah (a ba ta tsa). Sungguh mengenaskan…! Semoga tidak terjadi lagi.

Catatan:
Kasus di atas banyak saya jumpai lho…

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

1 comment:

  1. Ini perlu diulas memang, tak hanya materi Sekolah. Pendidikan Agama memang cukup penting diperhatikan, kalau sudah terlambat bakalan lebih susah dari anak yang lemot sekalipun.

    ReplyDelete