Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Wednesday, August 19, 2015

Bahasa Inggris Bahasa Asing Yang Paling Mudah Dipelajari

Hello Katabah!
Tulisan ini mungkin curhat, mungkin juga berbagi pengalamanku. Sampai sekarang, saya senang belajar 4 bahasa asing, yaitu: bahasa Inggris, Arab, Jepang dan Mandarin.

Meskipun bahasa Arab, Jepang dan Mandarin sempat vacuum beberapa tahun (kecuali bahasa Arab tidak total berhenti, tapi tidak serajin belajar bahasa Inggris), syukurlah sekarang mulai menggeliat untuk mempelajarinya tiap hari walaupun hanya satu kata.


Diingat-ingat dan dirasa-rasa, dari keempat bahasa asing tersebut, bahasa Inggris merupakan bahasa yang paling mudah dipelajari secara otodidak menurut saya. Perasaan mudah ini tidak berarti saya sudah jago bahasa Inggris, tapi hanya merasa lebih mudah saja. J

Ini urutan kemudahan untuk dipelajari secara otodidak (tanpa guru):
1. Bahasa Inggris
Karena saya sangat mudah mencari tahu arti setiap kata dari kamus

2. Bahasa Arab
Saya merasa agak sulit mencari tahu arti dari kamus. Paling tidak, membutuhkan kamus lebih tebal dari kamus bahasa Inggris dan pencariannya relatif jauh lebih lama. Mungkin terkait lemahnya Ilmu Sharaf-ku.

3. Bahasa Jepang
Sebenarnya masih agak dilematis untuk menyatakan lebih mudah bahasa Jepang atau Mandarin. Tapi mungkin karena kamus bahasa Jepang milik saya jauh lebih lengkap dari kamus Mandarin, maka saya merasa lebih mudah belajar bahasa Jepang.

4. Bahasa Mandarin
Saya merasa kesulitan mencari arti kata di kamus China Mandarin walaupun menggunakan Pinyin karena cukup banyak Pinyin yang sama bacanya, tapi berbeda arti.

Yang lebih mengenaskan lagi (hi..hi..hi..), satu buku belajar bahasa Mandarin seringkali berbeda dengan buku lainnya. Mungkin ada perbedaan dalam penulisan Pinyin-nya karena kalau terus ditelusuri ternyata suka ditemukan kesamaannya.

Akan tetapi, salah satu kemudahan dari bahasa Mandarin adalah tidak terlalu repot dalam menulis dibandingkan Jepang, terutama ketika menulis tutorial belajar bahasa.

Dalam bahasa Mandarin, saya cukup membuat artikel tentang Hanzi dan Pinyin, sedangkan dalam bahasa Jepang, saya harus membuat artikel tentang Kanji, Hiragana, Katakana dan Romaji.

Bisa dijumlah juga. Hanya untuk satu topik, bahasa Mandarin menghasilkan 2 judul artikel. Sedangkan bahasa Jepang menghasilkan 4 artikel. Mantap, bukan?



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

No comments:

Post a Comment