Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, August 30, 2015

Kiyai Inspiratif Meninggalkan Kuburan Yang Bersahaja

Hello Katabah!
Kemarin, tetangga saya meninggal. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya. Ada hal yang mengejutkan…!

Karena tetanggaku itu berprofesi sebagai Satpol PP, jadi banyak yang membantu menguburkannya. Oleh karena itu, saya malah ngobrol-ngobrol dengan salah seorang tokoh masyarakat, kepala dusun (Kadus).


Dari obrolan tersebut terselip kisah seorang kiyai (syaikh) yang terkenal. Bahkan beberapa anggota SATPOL PP ada yang bertanya juga dan segera menuju makamnya.

Pak Kadus bercerita bahwa kuburan Syaikh sangat sederhana, tidak ditembok, tidak pula ditutup seperti rumah-rumahan. Bahkan kuburannya hanya kumpulan batu-batu kerikil agak besar dan nisannya pun menggunakan batu tanpa nama.

Ya, Tuhan…!
Pantas saja pesantrennya terkenal sampai sekarang. Bahkan saya menilai pengelolaan pesantren tersebut saat ini kurang baik. Termasuk suka ada desas-desus negatif karena hampir selalu hajatan (seperti nikahan) setelah Idul Adha. Sehingga ada yang curiga sebagian dagingnya masuk dapur hajatan. Namun kebenarannya masih harus dicek lagi.

Karena pengelolaannya tidak menarik bagi saya, seringkali muncul pertanyaan di benak: Kok pesantren kuno seperti ini bisa terkenal ya..? Ternyata kebesarannya sudah dibangun oleh pendiri pertamanya. Betapa hebatnya beliau! Walaupun image negatif pesantren tersebut semakin menguat saat ini, tapi pengaruh masih tetap sangat besar. Saya menyebutnya “Itu adalah kerajaan kecil sehingga masyarakat di sekitar sangat tidak berani melanggar kebiasaan pesantren tersebut walaupun dirasa kurang baik.”


Semoga generasi penerusnya kembali memberikan contoh yang hebat!

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

No comments:

Post a Comment