Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Friday, August 21, 2015

Partikel O Pada Bahasa Jepang

Hello Katabah!
Dalam kalimat bahasa Jepang, kadang-kadang ditemukan tulisan satu huruf, yaitu “o”. Ini disebut partikel yang mana tidak perlu diterjemahkan.

Menurut tata bahasa Jepang, partikel ‘o’ itu berfungsi sebagai penunjuk objek pada kata benda sebelumnya (Jim San 2006).


Akan tatapi, (walau agak kurang tepat) saya suka menyebut bahwa partikel ‘o’ itu berguna untuk memisahkan antara kata kerja dan kata benda.

Contoh:
1. Aburaage o tabemasu.
(Saya makan tahu goreng)
Aburaage: tahu goreng
Tabemasu: makan

2. Hon o yomimasu.
(Membaca buku)
Hon: buku
Yomimasu: membaca

3. Hon o motsu.
(Membawa buku)
Motsu: membawa

4. Okashi o tabemasu.
(Saya makan kue)
Okashi: kue

5. Ocha o nomu.
(Minum air teah)

Catatan:
Dalam bahasa Jepang, apabila subyeknya tidak disebutkan (Saya, Kamu, atau yang lain), maka biasanya bersubyek “saya”.

Lalu, pendapat saya di mana tidak tepatnya?
Pada contoh seperti ini:
Anata wa nani o yomimasu ka?
(Anda akan membaca apa?)

Pada kalimat ini memang ada kata kerja, tapi tidak ada kata benda karena “nani” artinya “apa” alias kata tanya.



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

No comments:

Post a Comment