Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Saturday, December 12, 2015

Minat Nyoblos Pilkada Turun, Enggak Aneh!

Hello Katabah!
Pilkada serentak sudah usai. Sebagian sumber mengatakan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada tahun ini turun. Bagi saya, ini tidak aneh. Bahkan yang aneh itu, apa alasan orang-orang yang mau milih ya…? hi..hi..


Sudah lama, banyak orang kecewa karena pemimpin yang dipilihnya lewat pemilu tidak ingat rakyat, baik di legislatif maupun eksekutif.

Coba kita perhatikan sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kemarin. Layakkah mereka duduk di gedung DPR mewakili rakyat?

Ini yang saya sesalkan saat MKD berlangsung:
1. Anggota sidang mencecar menteri ESDM seperti mencecar yang salah (tersangka), padahal ia pelapor

2.  Yang mereka ributkan tentang legalitas rekaman, bukan benar/tidak Ketua DPR berbuat salah (menyalahi etika)

3. Kalau ketua DPR tidak berbuat salah seperti dalam rekaman, kenapa harus sidang tertutup segala….? Hah….!

Mungkin ini alasan para anggota yang terhormat melakukan 3 hal di atas:
1. Boleh jadi Menteri ESDM Sudirman Said itu memfitnah sehingga membuat rekaman palsu.
Kalau SS salah, nanti aja diproses secara hukum di jalur yang berbeda. Jadi, Setya Novanto diproses karena melanggar etika, sedangkan Sudirman diproses karena membuat bukti palsu. Dua-duanya dapet hukuman!

2. Patuh dan manut pada pasal yang menyatakan sidang MKD tertutup. Hi…hi..
Kalau kita hanya mengandalkan panduan secara tekstual, ya memang begitu kakunya. Tapi masalahnya adalah kecurigaan bahwa MKD tidak bisa bersikap netral dan profesional sedang berhembus kencang di publik.

Kalau Pak SN merasa tidak bersalah, kenapa harus takut disidang terbuka? Bahkan ia akan secara otomatis nama baiknya terbersihkan. Kenapa harus tertutup?

Melihat nasib menteri ESDM yang dilaporkan ke Polisi, saya semakin takut saja mau melaporkan orang-orang penting yang bersalah, takut malah saya yang dibui….! Padahal, saya mau melaporkan proses BPJS suatu perusahaan yang mempersulit karyawannya. Gimana coba…?

Nah, dengan adanya kelakuan pemimpin yang kita pilih seperti isu ‘Papah Minta Saham’ di atas, saya salut kepada warga yang masih mau ikut nyoblos dalam Pilkada.

Dugaan positifnya:
Mereka sekarang sangat selektif dan sangat tahu calon pemimpin yang dicoblosnya.

Dugaan negatifnya:
Mereka menganggap “papah minta saham itu” sah-sah saja dan kelakukan sebagian anggota MKD kemarin itu memang bagus, kata mereka.


Atau sekedar seremonial alias pesta rakyat saja ya….? Semoga bukan!

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment