Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Friday, April 15, 2016

Waduk Jati Gede Sumedang Sebab Banjir Citarik Bandung Makin Meluap



Hello Katabah!
Sungai Citarik Bandung Timur memang sudah langganan banjir, tapi kali ini sudah semakin menggila. Beberapa rumah yang sebelumnya tidak terkena banjir sekarang tergenang banjir sekitar1 meteran. Yang biasa banjir setinggi mata kaki, sekarang setinggi dada orang dewasa.


Di salah satu lokasi, ada satu rumah panggung hanyut tergerus air sungai. Yang satunya lagi dua dindingnya jebol setinggi dada orang dewasa. Bahkan ada kabar warga bahwa ada mobil yang hanyut juga dari sebuah bengkel pinggir jalan raya.

Kenapa banjir semakin membesar?
Ada warga yang menduga karena terkena dampak pembangunan waduk jati gede Sumedang. Di hulu Citarik, lahan pegunungan diubah menjadi pesawahan oleh pemerintah sebagai ganti untuk para warga pindahan lahan Jati Gede.

Apakah benar demikian? Bisa jadi.

Tapi, kebiasaan buruk warga sekitar sungai juga tidak kalah salahnya. Mereka masih rajin buang sampah sembarangan. Sampah plastik menumpuk dipinggir kali.

Kalau begitu, salah warga sendiri dong? Bisa jadi juga. Namun walaupun warga yang bersalah, pemerintah harus tetap memberikan perhatian, selain memberikan bantuan pada saat musibah banjir melanda, pemerintah juga harus memberikan edukasi.

Sayangnya, ketika ditanya: “Apakah ada perwakilan dari kecamatan setempat yang datang?” Jawab seorang warga: “Tidak ada. Yang ada baru wartawan yang foto-foto lokasi kejadian.”

Tidak adanya pemerintah setempat yang meninjau lokasi banjir, saya khawatir ini tanda pemerintah tidak peduli sama halnya di kecamatan lain yang tidak peduli terhadap adanya konflik ketegangan sebuah pasar tradisional yang pernah mengisukan sertifikat pribadi masing-masing kios, padahal Pemda sedang berencana membangunnya atas nama Pemda. Untung saja, tidak semua pedagang pasar mengumpulkan iuran tebusan tanah yang besarnya jutaan Rupiah.

Semoga korban banjir Citarik segera pulih dan membuat semua pihak tersadarkan untuk mengelola sampah dengan baik dan tidak suka menggunakan pinggir kali untuk rumah.



"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...