Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, May 29, 2016

Ajimat Isim Jadi CPNS



Hello Katabah!
Saya pernah mendatangi seorang tokoh yang terdengar sering diminta doa oleh sebagian warga. Sebelumnya, kakak saya pergi menemuinya untuk meminta doa agar diterima jadi CPNS dan ia memberikan doa untuk didzikirkan setelah shalat wajib. Hasilnya, sukses, kakakku jadi PNS tanpa mengeluarkan sogokan sedikitpun.


Saya ingin menyebutnya seorang ustadz, tapi tampilannya tidak terlalu “ngustadz” meskipun mengenakan peci dan sarung. Jadi, saya menyebutnya sebagai seorang tokoh saja ya…!

Suatu hari saya lulus kuliah D3. Kemudian, ingin menemuinya untuk minta doa agar diterima jadi CPNS juga. Selembar kertas berisi doa pun diberikan kepada saya.

Namun, namun, namun…..jreng-jreng-jreng…..! Ternyata ada satu lagi kertas yang dipintal. Katanya, kertas itu berisi doa dan harus disimpan di tempat saya melakukan pendaftaran CPNS.

Wuiiiiiiiiiih……! Ada apa ini? Kakak saya tidak diberi pintalan kertas seperti itu, kenapa saya diberi? Bagaimana mungkin saya menyimpan kertas itu di halaman BKD?

Selain akan terasa aneh ketika menyimpan pintalan kertas di halaman BKD, cara doa seperti itu sangat bertentangan dengan kebiasaan berdoa yang saya lakukan.

Saya berpendapat bahwa pintalan kertas seperti itu tidak diperlukan, bahkan bisa berbahaya ketika menyerempet pada kemusyrikan. Saya menyebut kertas tersebut dengan istilah “isim” alias “ajimat” seperti yang biasa para pembelajar kanuragan (kesaktian) yang mengandalkan kekuatan ghaib, tanpa memperdulikan musyrik atau tidak.

Saya putuskan, doanya tetap didzikirkan. Sementara kertasnya, dibuang saja…! Bagaimana hasilnya? Saya gagal jadi CPNS.

Apakah kegagalan CPNS saya karena tidak mengubur pintalan kertas doa tadi di halaman BKD? Saya tidak percaya. Kegagalan ini karena kemampuan saya yang tidak memenuhi kualifikasi saja.

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...