Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Friday, May 13, 2016

Kesalahan Trading Bitcoin Pemula



Hello Katabah!
Trik trading Bitcoin ini bisa mengecoh pemula: “Beli pada saat harga MURAH, jual pada saat harga MAHAL.”

Sebagian orang bisa memahami trik di atas menjadi: “Beli pada saat harga TURUN, jual pada saat harga NAIK.”


Kata “murah” dipahami sebagai “turun”, sedangkan kata “mahal” dipahami sebagai “naik”.

Pemahan di atas tentu saja tidak akan terlalu bahaya ketika harga bitcoin sedang mengalami naik/turun secara cepat sehingga kita sekarang membeli Bitcoin, langsung pasang di order jual, kemudian akan terjual 1 jam kemudian.

Akan tetapi, jika keberuntungan sedang tidak berpihak kepada kita, maka harga Bitcoin akan bergerak naik terus melambung tinggi atau turun merosot hingga waktu sebulanan tidak kembali ke harga semula. Ini alamat kepanikan. Jika sudah panik, kemungkinan akan bermuara pada kerugian.

Contoh Harga Bitcoin Sedang Pingpong (naik turun dalam waktu sebentar):
Beli di harga Rp 100.000
Kita pasang order jual Rp Rp 101.000
Harga Bitcoin turun menjadi Rp 97.000, maka kita masih bisa tenang karena nanti juga akan naik lagi melebihi Rp 100.000

Contoh Harga Bitcoin Merosot Tajam Dalam Waktu lama:
Beli di harga Rp 100.000
Kita pasang order jual Rp Rp 101.000
Harga Bitoin turun menjadi Rp 98.000, kemudian turun lagi menjadi Rp 95.000
Menjelang sebulan lamanya, harga Bitcoin tidak naik-naik, bahkan menjadi Rp 89.000.
Ini alamat kerugian. Kalau kita tidak berani membatalkan order jual kita, bisa jadi harga Bitcoin akan turun lagi dari Rp 89.000. Akhirnya, kita bisa jadi harus rela menjual Bitcoin di bawah Rp 89.000.

Contoh kedua di atas akan terjadi ketika menerapkan prinsip: “Beli ketika harga murah, jual ketika harga naik.”

Ini contoh lebih jelas lagi:
Harga Bitcoin mengalami turun seperti ini:
Rp 100.000
Rp 99.000
Rp 98.000
Rp 97.000
Rp 96.000
Rp 95.000
Rp 94.000
Rp 93.000
Rp 92.000
Rp 91.000

Nah, sebagian pemula dengan semangat juang 45, mereka langsung membeli Bitcoin diharga Rp 91.000 dengan harapan akan bisa dijual Rp 100.000 di kemudian hari.

Sayangnya, harapan dari Rp 91.000 menjadi Rp 100.000 itu tidak selalu berjalan mulus walau waktu sudah berjalan hampir sebulan. Memang jika berjalan mulus, kita akan mendapatkan untung Rp 9.000. Namun bagaimana jika harga Bitcoin tidak naik lagi ke Rp 100.000, maka kita akan rugi cukup besar, kawan!

Sebagian trader menyarankan cara aman ini: “beli dan jual pada saat harga Bitcoin sedang naik.”

Misal pergerakan harga Bitcoin seperti ini:
Rp 100.000
Rp 101.000
Rp 102.000
Rp 103.000
Rp 104.000
Rp 105.000
(Saya membacanya harga awal Rp 100.000, kemudian naik hingga Rp 105.000)

Nah, kita bisa beli harga Bitcoin pada saat Rp 105.000 (Jangan lupa lihat grafik pergerakan harga Bitcoin yang sudah tersedia). Kemudian pasang order jual di Rp 106.000 (lumayan prediksi untung Rp 1.000).

Nah, jika kita belum pandai membaca grafik naik/turun harga, maka jangan tutup dulu komputer kita, biarkan saja menyala hingga 1 atau 2 jam kemudian. Sambil sesekali perhatikan pergerakan harga Bitcoin. Jika harganya tidak naik-naik, malah turun ke harga Rp 104.000 atau 103.000 atau hanya naik lagi ke Rp 105.000 (silih berganti). Saya lebih suka untuk bersiap menjual lagi di Rp 105.000 (walaupun berarti kita tidak mendapatkan untung).

Bahkan jika harga Bitcoin turun lebih dari 5 poin, sebagai pemula saya harus rela menjualnya walaupun harus menderita kerugian sebanyak 5 poin karena boleh jadi harga Bitcoin akan terus turun.

Untuk trader pemula sekali, saya lebih suka tidak menyimpan order untuk kemudian ditinggal tidur. Tapi saya harus melakukan jual dan beli pada saat itu juga dalam waktu kurang dari satu jam. Kalau ditinggal tidur seringkali saya harus menjual dengan harga yang jauh lebih murah alias rugi cukup besar.

Ini hanya pengalaman pribadi saya saja. Mungkin masing-masing orang punya pengalaman yang berbeda.

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...