Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Tuesday, June 14, 2016

Bisnis Tanaman Hias Tidak Punya Tanah Tapi Ini Punya



Hello Katabah!
Ketika sedang memahami cara bercocok tanam hidroponik alias bercocok tanam hanya dengan air sebagai pengganti tanah, Abah terus berpikir keadaan di sekitar. Barangkali ada yang lebih mudah.


Menurut Abah, hidroponik masih belum berani dicoba karena harus membeli larutan nutrisi air pengganti tanah. Ketika ingin membuat sendiri, bahannya tidak mudah juga. Sebagai pemula, Abah inginnya, beli benih, kemudian tanam. Cukup!

Setelah tumbuh, baru berpikir bagaimana agar tumbuh subur. Tapi tahap awalnya, apakah Abah benar-benar bisa menanam tanaman hias tanpa tanah?

Suatu hari, tiba-tiba teringat sungai kecil di dekat rumahku. Sungai ini pernah membuat Abah bete karena sering menyebabkan banjir ke rumah-rumah di sampingnya karena para pemilik rumah membangun rumah di pinggir sungai sehingga lebar sungai semakin menyempit.

Kenapa bete padahal rumah Abah tidak kebanjiran?
Karena ketika tanah semakin menumpuk kiriman dari hulu, Abah harus ikut kerja bhakti membersihkannya. Dalam hal ini, bukan berbicara ikhlas atau tidak ikhlas membantu tetangga. Akan tetapi, para warga di pinggir kali juga harusnya ada kemauan untuk pindah dong!

Sudah menggunakan tanah sungai. Ketika banjir harus dibantu warga lain. Eh, bukannya menabung untuk siap-siap pindah ke jarak yang lebih jauh dari sungai, mereka malah membangun rumahnya semakin bagus lagi. Kalau begitu, mereka mau nantang banjir kali…? Twiw…twiw…twiww

Kembali ke tanaman hias.
Sekarang, saya sedang berpikir untuk memanfaatkan tanah yang menumpuk di sungai itu untuk mengisi pot-pot tanaman hias.

Lebih untungnya lagi, ketika ditanyakan ke seorang anak muda: “Apakah tanah dari sungai itu suka dijual?”

Ia menjawab: “Tanah yang sudah diangkat dari sungai ke pinggir kali tidak dijual, tapi biasanya tiba-tiba hilang, mungkin ada yang mengambil.” Dengan kata lain, tanah itu “gratis-tis-tisss”!

Setahu saya, ada satu keluarga yang rajin mengambil tanah dari sungai tersebut untuk membuat landasan pembangunan rumah.

Nah, barangkali saja, ada sungai kecil di sekitar Anda, maka manfaatkan saja untuk pot tanaman hias. Tapi, Anda harus benar-benar mengecek terlebih dahulu: “Apakah airnya tidak terlalu deras?”

Satu lagi tantangan tanah sungai itu, yakni apakah tanahnya cukup subur untuk tanaman hias? Tapi ayahku dulu pernah menanam beberapa tanaman hias dan pohon di tanah yang diambil dari sungai juga.

Jika tenaga kita tidak terlalu kuat, maka cukup ambil setengah ember saja tiap minggu. Ini sudah cukup untuk dua pot tanaman hias. OK!

Semoga berhasil!

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...