Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Wednesday, June 1, 2016

Golkar Tak Punya Kader Ketua Umum Yang Baik?



Hello Katabah!
Sebenarnya saya ingin menulis tentang topik ini sejak Setya Novanto terpilih menjadi Ketua Umum Golkar yang baru. Tapi karena baru sempat sekarang, ya tidak apalah, daripada tidak sama sekali dan membuat perutku mual karena ide menulis tidak kesampaian. Ha..ha..


Ketika Golkar memutuskan untuk melakukan seleksi calon Ketua Umum, saya ada sedikit harapan bahwa Partai Beringin ini sudah mau berubah menjadi baik.

Kehausan ARB atas kekuasaan sudah tidak terlalu tampak karena ia merelakan untuk tidak menjadi Ketua Umum “seumur hidup”.

Namun, ketika Novanto terpilih, harapanpun pupus sudah. Muncullah pertanyaan: “Memangnya partai sebesar Golkar sudah tidak punya lagi kader sehebat Novanto yang masih bersih?”

Novanto yang sudah dilengserkan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) karena mencatut nama presiden terkait kasus Papah Minta Saham tidakkah cukup memberikan sinyal bahwa Novanto bukan orang bersih.

Jika Novanto masih dianggap bersih dan dianggap sangat layak memimpin Golkar berarti MKD sudah bersikap arogan dong….! Kenapa? Karena tega-teganya MKD “memecat” Novanto dari kursi ketua DPR.

Namun, jika MKD memang benar dan Novanto benar-benar bersalah. Semoga rakyat tidak mendukung Golkar lagi. Apakah rela jika nanti orang bersalah memiliki pengaruh besar lagi di negeri ini? Relakah bangsa ini dipimpin seorang Novanto yang telah melanggar etik DPR?

Jika Novanto memang tidak bersalah berarti MKD keliru dong…? Buktikan…! Agar rakyat seperti saya tidak bingung memilih pemimpin. Jika Novanto tidak bersalah dalam kasus Papah Minta Saham, maka MKD harus minta maaf di hadapan publik.

Jadi, SN itu baik enggak sih?

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...