Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Wednesday, June 15, 2016

Jadi Aktivis Lingkungan Hijau?



Hello Katabah!
Ketika memulai membuat pot untuk tanaman hias, herbal dan bonsai, saya jadi agak tertarik menjadi aktivis lingkungan hijau. Perjalanan menuju kampungku tercinta (Cisewu) termasuk yang rawan longsor. Jadi, penghijauan itu penting sekali.


Tapi jika menggunakan dana sendiri tampaknya belum sanggup. Saya harus mencari donatur dulu. Ada yang mau jadi donatur? Hi...hi…

Saya punya impian bahwa dengan pertanian warga kita bisa hidup sejahtera walaupun tidak kaya. Hatiku merasa teriris sembilu mendengar cerita dari ibu bahwa teman kecilku ada yang belum nikah karena tidak ada perempuan yang mau dinikahi.

Kenapa wanita-wanita menolaknya? Karena ia tidak punya pekerjaan yang menghasilkan uang.

Seingat saya, teman kecilku itu pandai sekali melukis. Ia juga sempat dikabarkan suka menjadi fotografer untuk acara pernikahan. Tapi namanya pemula dan di kampung, dompetnya pasti masih tipis.

Padahal, saya menduga bahwa hidup di kampungku itu dengan penghasilan 1 juta juga sudah lumayan. Bahkan Rp 500.000 per bulan juga sudah lumayan karena tidak terlalu banyak jajanan seperti di kota.

Tapi walaupun di kampung, jika si isterinya suka jajan, tetap saja minimal Rp 20.000 per hari harus habis.

Jika suaminya punya pendapatan Rp 500.000, kemudian sang isteri mau nambah-nambah bisnis kecil-kecilan yang menghasilkan Rp 200.000 per bulan, maka penghasilan keluarga Rp 700.000. Ini sudah lumayan untuk hidup keluarga kecil yang masih numpang di pondok mertua indah. Nanti saya bahas tentang kalkulasi nikah ya…hiks…hiks…

Kembali ke Aktivis Lingkungan Hijau
Jika kita bisa membuat lingkungan hijau yang berisi sayur-sayuran untuk makanan sehari-hari, maka kita tidak perlu selalu membeli lauk pauk ke pasar atau ke warung.

Jika di sekeliling rumah kita ditanami: daun singkong, kangkung di pot, cabai, tomat, terung, kacang panjang, bayam atau tanaman lainnya (semua menggunakan pot), maka kita tinggal berpikir untuk membeli daging atau ikan agar gizi keluarga lebih terjamin.

Sebenarnya, daging masih bisa produksi sendiri, yaitu ternak 2 atau 3 ekor ayam. Yang satu harus betina agar bisa bertelur. Jika tidak cukup uang untuk membeli pakan, maka telurnya kita makan.

Jika terpaksa harus membeli daging/ikan, maka cukup seminggu sekali saja karena kita harus membeli beras juga.

Dengan membuat Lingkungan Hijau di halaman rumah, saya pikir kita bisa nikah tuh dengan penghasilan Rp 500.000 per orang. Sekali lagi, ini untuk kehidupan di kampung ya…!

Jadi, penghijauan tidak selalu harus berpikir di gunung-gunung dengan program menanam sejuta pohon besar-besar. Tapi kita bisa menanam sayuran di sekitar rumah untuk makanan keluarga kecil kita.

Semoga saya bisa mempraktekkannya agar bisa lebih menghemat dompet. Hi..hi…

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...