Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, June 5, 2016

Keindahan Cisewu Dipandang Dari Puncak Gunung Gedogan (Alternatif Pantai Rancabuaya)



Hello Katabah!
Anda seorang traveller yang menyukai keindahan Pantai Rancabuaya Garut Selatan? Baca terus artikel ini, jika tidak mau menyesal nanti! He..he..


Kalau dari Pangalengan Bandung langsung ke Rancabuaya atau dari Garut Kota langsung meluncur ke Rancabuaya itu mah tidak aneh. Sebelum ke Ranca (nama panggilan buat Rancabuaya), kita juga bisa menikmati keindahan Cisewu.

Jadi, tulisan ini lebih cocok bagi Anda yang menggunakan jalur Pangalengan – Ranca. Mulai dari Situ Cileunca Pangalengan, tiba di terminal Cisewu.

Jika Anda memandang ke arah Barat Laut (Kiblat) --- bukan Ada Ka’bah, tapi ada gunung kecil yang indah. Itu namanya Gunung Gedogan.

Anda perhatikan dari terminal, ada tebing curam berbatu di gunung itu. Di atasnya ada pepohonan dan pohon bambu yang cukup lebat. Nah, dari sanalah kita kisa bisa memandang kota cisewu tanpa ada penghalang.

Pesawahan dan rumah-rumah warga tampak jelas. Bahkan taman makam pahlawan yang ada di bawahnya – dekat SD Cisewu V dan SMPN 1 Cisewu itu akan sangat jelas dan indah, dijamin tidak menyeramkan!

Dengan kasat mata pun sudah indah, apalagi jika membawa teropong atau kamera. Itu akan lebih maknyus.

Bagaimana naiknya?
Banyak jalan menuju Gunung Gedogan karena gunung ini tidak angker. Bahkan di atasnya ada yang berkebun, mencari rumput, kayu bakar atau sekedar camping.

Salah satu jalannya adalah dari terminal Anda menggunakan jalan menuju Kiaragoong, tapi berhenti sampai di pintu gerbang SMK. Di sana, ada dua simpang jalan. Yang ke kiri adalah jalur ke Kiaragoong, yang lurus adalah jalan buntu dan bisa digunakan untuk naik ke puncak gunung.

Maka gunakanlah jalan lurus dan menanjak itu sampai mentok. Jalan kaki juga bisa, naik kendaraan juga bisa. Jangan takut! Saya lahir di sana. Tapi sekarang rumah ibuku pindah agak ke bawah mendekati pemukiman warga agar tidak kesepian semenjak ditinggal saya kuliah.

Di sana ada sebuah rumah. Nah, boleh nanya ke yang punya rumah. Itu bukan rumah kuncen, bukan pula juru kunci, tapi itu kakakku tercinta.

Sebenarnya orang lain tidak nanya juga mereka berani langsung naik ke puncak gunung karena relatif aman, tidak ada binatang buas. Tapi kalau Anda sedikit khawatir karena bukan orang Garut, bertanya itu lebih baik.

OK. Selamat menikmati keindahan Cisewu Garut!

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...