Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, June 5, 2016

Sebab Akuntansi Susah



Hello Katabah!
Tulisan ini diambil dari pengalaman saya yang merasa susah memahami hitung-hitungan dalam Akuntansi.


Untuk Akuntansi Dasar, saya punya dugaan kuat bahwa sebenarnya kesulitan Akuntansi tidak serumit Matematika. Yang jadi tantangan dari Akuntansi Dasar adalah kita harus rajin mengingat dan membuat tabel-tabel dan rajin menjumlahkan/mengurangi angka-angka jutaan Rupiah.

Yang jadi masalah besar bagi saya adalah saya kesulitan memulai dalam Neraca Saldo. Saya kurang memahami apa arti dari:
1. Kas
2. Piutang Dagang
3. Piutang Bunga
4. Perlengkapan
5. Utang Dagang
6. Pendapatan
7. dll.

Perlu diingat bahwa maksud “kurang paham” di atas bukan berarti tidak tahu definisi, tapi tidak tahu apakah kas itu termasuk Debet atau Kredit? Apakah Piutang itu termasuk Debet atau Kredit?

Seingat saya ketika belajar Akuntansi, saya disuruh langsung membuat Neraca Saldo dengan transaksi banyak. Kenapa tidak dimulai dengan 3 atau 4 transaksi saja? Yang penting, mahasiswa bisa mencapai penjumlahan yang sama (balance). Bahkan boleh jadi, dengan dua transaksi, kita sudah bisa membuat Neraca Saldo, bukan?

Saya ingin paham sekali: “Kenapa kas ada di kolom Debet? Apakah kas itu termasuk pengeluaran atau pemasukan?” Nah, yang seperti inilah yang tidak saya pahami ketika belajar Akuntansi.

Belum juga paham tentang istilah “Kas”, di pertemuan berikutnya harus sudah belajar Neraca Saldo dengan transaksi lengkap (lebih dari 20 transaksi/rekening). Lah, bagaimana bisa paham sampai membuat laporan keuangan yang benar coba?

Semoga curhatan ini bisa masukan kepada para guru dan dosen Akuntansi. Saya menduga orang yang tidak tahu “Kas” itu bukan hanya saya seorang diri, tapi banyak mahasiswa lain juga tidak paham. Buktinya, ketika saya tanya, mereka tidak bisa menjawab. Hmmm….

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...