Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, June 12, 2016

Tanaman Hidroponik atau Organik Biasa, Pilih Mana Ya…?



Hello Katabah!
Gara-gara ingin bereksperimen tanaman hias dan sayur-sayuran, saya jadi menemukan artikel-artikel tentang cara menanam dengan metode hidroponik dan organik. Jadi penasaran….


Ini perbedaan sederhana dari istilah hidroponik dan organik yang saya tangkap sampai saat:
Organik: tumbuhan ditanam menggunakan pupuk dan metode pemeliharaan tanpa obat kimia.

Hidroponik: tumbuhan ditanam tanpa menggunakan tanah, tapi menggunakan air.

Ada sebagian orang yang kurang menyukai sistem hidroponik karena takut dengan nutrisi pengganti kandungan tanah terbuat dari zat kimia. Akan tetapi, yang lainnya membantah karena ada cara-cara organik yang bisa dibuat sendiri untuk membuat cairan pengganti tanah itu.

Saya lupakan dulu perdebatan di atas. Sekarang sedang memikirkan mudah mana?

Kalau dilihat dari sempitnya halaman rumahku, maka sistem hidroponik akan lebih tepat karena tidak perlu membeli tanah untuk pot (polybag). Namun saya masih merasa kesulitan membuat cairan pengganti tanahnya, apalagi yang menggunakan sistem organik hidroponik, ada yang melibatkan air kencing kelinci segala tuh. Wah…!

Perkiraanku, untuk pemula seperti saya tampaknya akan cocok mencoba yang organik menggunakan tanah saja. Sekitar ratusan pot, tanahnya bisa menggali dari halaman saja.

Tempat galian itu pasti akan keluar air karena ada di daerah pesawahan. Ini bisa bermanfaat juga untuk melakukan penyiraman sehingga tidak perlu mengambil air dari tong kamar mandi.

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...