Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, July 10, 2016

Memfoto Orang dan Ruang Publik Harus Izin?



Hello Katabah!
Abah sedang berpikir-pikir untuk menyarankan teman semasa kecil untuk mengabadikan hasil fotografinya di blog. Namun terperanjat ketika membaca hak izin memfoto ruang publik, seperti hotel, jalan raya dan sejenisnya.

Abah berselancar bersama Om Google dan ditemukan referensi tentang harusnya izin ketika ingin memfoto ruang publik. Waduuuh, berabe nih…!

Mau memfoto jalan raya, hotel bagian luar, mall, makanan, perusahaan bagian luar, dan sejenisnya, harus izin dulu. Minimal melalui Satpam dulu…!

Abah merasa ribet sekali tuh aturan. Hanya memfoto satu atau dua jepretan sebuah kantor dari bagian luar, kita harus izin dulu? Izinnya mungkin tidak cukup 1 jam. Ha..ha…

Bagaimana dengan izin memfoto orang lain?
Tadinya, Abah membayangkan enaknya menjadi seorang fotografer. Sambil duduk di pinggir jalan, sambil memfoto cewek-cewek cantik dan cowok-cowok ganteng. He..he..

Tapi memfoto orang juga tidak kalah ribetnya. Kita harus minta izin dulu, apalagi jika foto tersebut akan dipublikasikan seperti ke blog atau media sosial. Waduuuuh lagiiii….!

Jika tidak izin dan orang yang kita foto tersebut keberatan fotonya dipajang di blog kita, maka mereka bisa mengadukan kita (sebagai tukang foto) ke ranah hukum yang bisa berujung pada penjara dan denda yang besar juga (Lupa besaran Rupiahnya. Kalau enggak salah, ratusan juta). Wadowww….!

Kenapa harus izin?

Ini beberapa alasannya:
1. Pemilik kantor takut fotonya dijadikan bahan survey untuk aksi kejahatan seperti perampokan
2. Pemilik kantor takut dicemarkan nama baiknya
3. Pemilik restoran takut produknya ditiru
4. Pemilik wajah cantik dan tampan takut mengundang kejahatan seperti rayuan para penipu duit atau para hidung belang.
5. Anak-anak juga takut menjadi incaran yang memiliki perilaku menyimpang.

Lima alasan di atas hanya beberapa contoh saja. Memang cukup rasional, tapi sangat merepotkan para calon fotografer. Solusinya:

1. Mengupload gedung tanpa identitas sebenarnya
2. Mengupload foto orang dengan sensor di wajahnya.

Kedua solusi alternatif di atas memang bisa, tapi enggak seru ah….!

"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

Iklan Baris Gratis
Tampilan lebih besar, klik di sini

No comments:

Post a Comment