Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Wednesday, August 24, 2016

Terminal Talegong: Antara Cisewu-Pangalengan Jalan Berkelok Indah Sekali Foto

Hello Katabah!
Ketika menempuh perjalanan Bandung - Pangalengan - Cisewu - Pantai Rancabuaya Garut, kita akan disuguhkan pemandangan hijau, indah, natural dan wow. Orang-orang yang hanya kenal daerah perkotaan pasti berdecak kagum dan tak mau pulang serta tak mau cepat-cepat sampai di tujuan karena masih tergoda keindahan sepanjang jalan Pangalengan - Cisewu.


Selain awal perjalanan disambut dengan keindahan situ Cileunca Pangalengan yang dikelilingi perkebunan teh, kita juga akan dirayakan oleh keindahan Talegong yang terletak antara Pangalengan Cisewu. Talegong merupakan kecamatan yang berdampingan dengan kecamatan Cisewu dan menjadi perbatasan antara kabupaten Garut dan Bandung.

Talegong merupakan titik akhir kebun teh dari arah pangalengan karena sepanjang jalan Talegong-Cisewu tidak akan ditemukan lagi perkebunan teh, kecuali mau menyengaja mengunjungi kebun teh Tiwugenteng. Namun pesona Tiwugenteng tidak akan terlihat jika hanya melewati perjalanan Cisewu - Rancabuaya karena kita harus belok kanan di desa Pamalayan, tepatnya di daerah Puncak (bukan Puncak Bogor ya...! Ini Cisewu lho...!). Belok kanan dan bersiap menanjak menuju pegununungan. Barulah kecantikan kebun teh Tiwugenteng, kebun pinus dan situ Ciawi bisa dipetik.

Di mata Abah, walaupun terminal Talegong tampak masih belum digunakan, tapi rasanya lebih beruntung dari terminal Cisewu. Terminal Talegong masih menyimpan simbol keberadaan dan keindahan, sedangkan terminal Cisewu hanya dikelilingi bangunan dan luasnya pun sangat sempit, bahkan kendaraanpun tidak ditemukan selama Abah melihatnya karena mobil elf Cisewu-Pangalengan malah mengantri (ngetem) di Pasir Ipis. Spanduk besar bertuliskan "Terminal Cisewu" pun tidak ditemukan. Ini bisa menyulitkan orang luar yang berkunjung ke sana. Oh desaku yang malang....!


Coba lihat terminal Talegong! Tulisan "Alun-Alun Talegong" terpampang jelas dan besar. Di sekitarnya, ada taman yang cukup tertata. Belum lagi pemandangan kebun teh bisa dijumpai tidak jauh dari sana (seperti pada foto 1 di atas). Pemandangan pegunungan yang mengekspos ketinggian, kelebatan pepohonan dan kecuraman pun dapat dinikmati.

Semoga terminal Cisewu juga bisa ditata menjadi indah ya...! Mencontoh Talegong tidak apa-apa kalau dalam kebaikan walaupun kecamatan Cisewu merupakan saudara tuanya. :)

Setelah beres menulis, Abah baru sadar "Alun-alun" itu terminal bukan ya...? Bisa ya, bisa tidak.

Lihat juga:
Foto Kebun Teh Cukul Cileunca Pangalengan Melukis Hamparan Gunung Indah Sekali
Foto Situ Cileunca Pangalengan - Cisewu
"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

No comments:

Post a Comment