Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan BBM Gratis | Sunda | Kontak | Google | Gmail | Uang Adsense
Toko Baju Online Abah + Bonus
LP3I Tasikmalaya
Bahasa Arab (Kelas 1 SD sampai Universitas)
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Sunday, April 23, 2017

Tiga Sumber Uang Yang Sering Pacorok

Hello Katabah!
Dalam bahasa Sunda, "pacorok" mirip dengan arti "tertukar".

Tak jarang ada orang yang target uangnya sama, tapi usaha berbeda. Ini agak keliru secara logika.


1. Mengajar
Orang berprofesi jadi pengajar memiliki target uang melimpah. Mengajar di berbagai kampus sehingga jadwal ngajar dipingpong, ganti-ganti tiap minggu.

Mahasiswa datang ke kelas, dosennya sibuk proyek lain. Mahasiswa ingin bimbingan di kampus, dosen minta di hotel. Dosen seperti ini lupa profesi sendiri, kecuali jika dosen yang traktir.

2. Pedagang
Ya, profesi inilah yang paling pantas bermimpi mendapatkan uang melimpah dengan cara relatif lebih cepat dan mudah bagi yang berbakat.

Bayangkan saja, kita beli sayuran dari pasar A. Kemudian, dijual lagi di pasar B. Setelah itu, kita mendapatkan untung. Padahal nanam enggak, ijazah enggak.

Untuk mendapatkan gaji lebih 5 juta, seorang pengajar harus kuliah dulu dengan biaya puluhan juta. Sementara pedagang, cukup keluarkan uang 1 juta, kemudian buka lapak di pasar tradisional. Dalam setahun, modal bertambah lebih dari 5 juta padahal pengeluaran bulanan juga lebih dari 3 juta.

3. Petani
Pada dasarnya, profesi ini bukan untuk cepat kaya. Bertani itu akan terasa sejuk di kepala dan mata, tapi agak panas di pinggang dan kaki. Hihi

Jadi, kalau kita memiliki salah satu profesi di atas, maka tolong jangan "pacorok" target penghasilan ya...!

Kalau ada faktor lain, memang profesi pengajar dan tani juga bisa kaya. Begitu pula pedagang, mereka bisa intelek dan berkepala sejuk bila berusaha lebih keras lagi selain mantengin empat huruf "d-u-i-t".
"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
loading...

No comments:

Post a Comment