Ekspresi | Les Private Arab-Inggris via WA dan FB Gratis | Sunda | Kontak | Gmail | Uang Adsense
Kuliah Sistem Informasi,
Jurnal Ilmiah Sistem Informasi
STMIK JABAR
LP3I Tasikmalaya
Jurnal STAI al Falah
Bisnis Bitcoin | Daftar Isi | Tools Penting | PrivacyPolicy | Jago Bahasa Inggris dan Arab | Kamus | Kamus Google

Monday, May 22, 2017

White Paper Tidak Boleh Untuk Referensi Tesis

Hello Katabah!
Sekarang, semakin gencar bahwa referensi tesis sebaiknya diambil dari jurnal ilmiah.

Direkomendasikan jurnal nasional yang terakreditasi DIKTI atau jurnal internasional dari penerbit ternama.


Saat mencari jurnal, mungkin kita akan menemukan white paper. Sekilas, format penulisannya mirip jurnal. Tebalnya pun hampir sama, sekitar 10 halaman.

Tapi pengakuan dalam kajian ilmiah, validitas white paper tidak sehandal jurnal ilmiah sehingga tidak layak dicantumkan pada daftar pustaka tesis.

Salah satu ciri yang mudah dikenali dari white paper itu tidak memiliki identitas jurnal, misal:
1. Nama penulis tidak ada.
2. Nama penerbit tidak ada.
3. Daftar pustaka tidak ada.

Jika ketiga hal di atas tidak ada, maka sangat tidak layak untuk referensi tesis, kecuali kalau benar-benar tidak ada referensi lain yang mendukung.

Lalu, apa white paper itu?
Singkatnya, white paper itu laporan yang biasa dibuat oleh instansi pemerintah tentang suatu pendapat, bisa berupa analisis framework, analisis arsitektur, dan lain-lain.
"Bitcoin and Forex are high risk business. We must join them smartly."
Belajar Bahasa Inggris dan Arab di WA dan FB Gratis!

No comments:

Post a Comment