Blog | Beli Rumah | Belajar HTML dan PHP | Skripsi SI | Gmail | Uang Adsense
Mari Dukung 1000 Penghafal Quran
Pengobatan Ruqyah 37.000 lebih pembaca
Sistem Informasi (S1)
Manajemen Informatika
Komputer dan Pendidikan
Kontak | Siap Kerja | Sertifikat Komputer Internasional | PrivacyPolicy | Inggris Arab Daftar Isi

Sunday, April 7, 2024

Apa Perbedaan UI dan UX Testing?

UI (User Interface) dan UX (User Experience) walaupun terdengar mirip, memiliki fokus yang berbeda dalam pengembangan produk digital. Berikut adalah beberapa perbedaan mendasar antara keduanya:

  • Fokus:

    • UI: Berfokus pada tampilan dan interaksi pada antarmuka pengguna. UI Designer berusaha membuat antarmuka yang menarik secara visual, intuitif, dan mudah digunakan [1].
    • UX: Berfokus pada pengalaman pengguna secara keseluruhan saat menggunakan produk digital. UX Designer meneliti perilaku pengguna, mencari tahu kebutuhan mereka, dan mengembangkan alur (flow) yang memudahkan pengguna mencapai tujuan mereka dengan produk tersebut [2].
  • Proses Desain:

    • UI: Lebih condong ke dunia seni dan desain. Proses design UI biasanya melibatkan pembuatan mockup dan prototype untuk melihat secara visual bagaimana antarmuka akan terlihat dan berfungsi [3].
    • UX: Lebih menekankan pada penelitian dan pemecahan masalah. UX Designer melakukan user research untuk memahami pengguna, membuat user flow, dan melakukan usability testing untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan produk [4].
  • Tujuan Akhir:

    • UI: Membuat antarmuka yang menarik dan mudah digunakan. UI yang baik akan membuat pengguna merasa senang dan nyaman menggunakan produk digital [5].
    • UX: Memastikan pengguna memiliki pengalaman yang positif dan mencapai tujuan mereka dengan mudah dan efisien saat menggunakan produk digital [6].

Meskipun berbeda fokus, UI dan UX saling terkait dan bekerja sama dalam menciptakan produk digital yang optimal. UI yang baik dibangun di atas fondasi UX yang kuat, dan sebaliknya UX yang baik akan semakin optimal dengan antarmuka yang menarik dan intuitif.


Prospek Kerja UI Designer

Prospek kerja UI Designer di Indonesia terbilang menjanjikan [1].  Beberapa alasannya adalah:


*Industri digital yang terus berkembang: Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke ranah digital, kebutuhan akan UI Designer pun semakin meningkat.  Mereka berperan penting dalam menciptakan interface yang menarik dan mudah digunakan agar pengguna betah berinteraksi dengan produk digital [2

*Peningkatan kesadaran terhadap UX: UX (User Experience) yang baik berjalan seiring dengan UI yang menarik.  Perusahaan kini semakin sadar bahwa pengalaman pengguna yang positif akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan pada akhirnya berdampak pada kesuksesan bisnis.  Oleh karena itu, peran UI/UX Designer yang bisa mendesain antarmuka yang tak hanya indah tapi juga fungsional menjadi semakin dicari [3]


Selain itu, seorang UI Designer juga dapat memiliki dampak positif secara langsung terhadap kehidupan pengguna dengan menciptakan produk yang lebih mudah digunakan dan menyenangkan [2].  Hal ini bisa menjadi alasan yang memotivasi bagi Anda yang tertarik dengan bidang desain.


Jika Anda tertarik untuk menjadi seorang UI Designer

pelajarilah berbagai skill yang dibutuhkan seperti design software (misalnya Figma, Adobe XD), UI/UX principles, dan kemampuan untuk memahami kebutuhan pengguna.

Skill Apa Saja Yang Harus Dipelajari UI Designer?

Untuk menjadi seorang UI Designer yang kompeten, ada beberapa skill penting yang perlu dikuasai, bisa dibagi menjadi dua kategori: Hard Skill dan Soft Skill.


Hard Skill:

*Keterampilan Desain Visual dan Estetika: UI Designer dituntut memiliki sense of design yang baik. Ini mencakup pemahaman tentang teori warna, tipografi, komposisi, dan layout. Dengan menguasai elemen-elemen desain tersebut, Anda bisa menciptakan interface yang menarik dan enak dilihat [1, 3].

*Penguasaan Software Desain: Para UI Designer menggunakan software khusus untuk membuat desain interface. Software yang popular di kalangan UI Designer diantaranya Figma, Adobe XD, dan Sketch [2, 6]. Selain itu, kemampuan membuat prototyping untuk simulasi interaksi pengguna dengan interface juga menjadi nilai tambah [4].

*Pemahaman tentang User Interface (UI) dan User Experience (UX): Meskipun UI dan UX sering disebut bersamaan, keduanya memiliki fokus yang berbeda. UI berfokus pada tampilan antarmuka, sedangkan UX berfokus pada pengalaman pengguna secara keseluruhan. Namun, seorang UI Designer yang baik harus memahami keduanya untuk menciptakan interface yang tidak hanya menarik tapi juga fungsional dan mudah digunakan [4].


Soft Skill:

*Komunikasi: Sebagai UI Designer, Anda perlu berkomunikasi dengan baik dengan tim developer, klien, dan stakeholder lainnya. Kemampuan komunikasi yang efektif akan membantu Anda dalam menyampaikan ide desain, menerima feedback, dan berkolaborasi dengan tim lain [2, 6].

*Kolaborasi: Desain UI merupakan bagian dari keseluruhan proses pengembangan produk digital. Oleh karena itu, kemampuan bekerjasama dengan tim lain dan menghargai perspektif yang berbeda sangat penting [5].

*Design Thinking: Design thinking adalah pendekatan pemecahan masalah dengan berpusat pada pengguna. Sebagai UI Designer, Anda harus bisa memahami kebutuhan dan perilaku pengguna untuk menciptakan solusi berupa antarmuka yang intuitif dan bermanfaat [5].


Dengan menguasai skill-skill tersebut, Anda akan memiliki bekal yang kuat untuk menjadi seorang UI Designer yang kompeten dan diminati di dunia kerja. 


Cara Melakukan UI Testing

Meskipun UX (User Experience) idealnya diintegrasikan dalam UI Testing, pengujian UI bisa dilakukan tanpa fokus utama pada UX. Berikut beberapa cara untuk melakukannya:


1.Tes Fungsionalitas:

* Pastikan semua elemen UI berfungsi dengan baik.

* Periksa tombol, tautan, dan navigasi untuk memastikannya membawa pengguna ke tempat yang tepat.

* Lakukan pengujian pada berbagai perangkat dan browser untuk memastikan kompatibilitas.


2. Tes Visual:

* Pastikan UI terlihat menarik dan profesional.

* Periksa konsistensi desain, tipografi, dan tata letak.

* Gunakan alat seperti Adobe XD atau Sketch untuk membuat prototype dan melakukan pengujian visual.


3. Tes Aksesibilitas:

* Pastikan UI dapat diakses oleh pengguna dengan disabilitas.

* Gunakan alat seperti WAVE untuk memeriksa aksesibilitas website.

* Pastikan teks memiliki kontras yang cukup dan alt text tersedia untuk gambar.


4. Tes Usability:

* Lakukan pengujian dengan pengguna untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan UI.

* Amati kesulitan yang mereka hadapi dan catat masukan mereka.

* Gunakan alat seperti Userlytics atau Hotjar untuk merekam sesi pengguna dan mendapatkan insight.


5. Gunakan Alat Otomatisasi:

* Gunakan alat seperti Selenium WebDriver untuk mengotomatisasi pengujian UI.

* Hal ini dapat membantu menghemat waktu dan memastikan pengujian dilakukan secara konsisten.


*Penting untuk diingat:*

* UI Testing tanpa UX memfokuskan pada fungsionalitas dan kemudahan penggunaan antarmuka.

* Pengujian ini tidak mempertimbangkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

* Hasil tes ini tidak menjamin pengalaman pengguna yang positif.


Jika memungkinkan, sebaiknya integrasikan UX dalam UI Testing untuk hasil yang lebih optimal.


**Sumber:**

* https://en.wikipedia.org/wiki/User_experienc

* https://www.nngroup.com/articles/usability-testing-101/

* https://uxdesign.cc/user-testing-without-users-cc42ad130b76


Contoh Kuesioner UI Testing

Bagian 1: Informasi Demografis

* Nama:

* Usia:

* Jenis Kelamin:

* Pekerjaan:

* Pengalaman menggunakan aplikasi/website sejenis:


Bagian 2: Kesan Pertama

* Seberapa menarik tampilan aplikasi/website ini? (1 - Sangat Tidak Menarik, 5 - Sangat Menarik)

* Seberapa mudah Anda menemukan apa yang Anda cari? (1 - Sangat Sulit, 5 - Sangat Mudah)

* Seberapa mudah Anda memahami cara kerja aplikasi/website ini? (1 - Sangat Sulit, 5 - Sangat Mudah)


Bagian 3: Pengujian Fungsionalitas

* Apakah Anda menemukan kesulitan saat menggunakan aplikasi/website ini? (Ya/Tidak)

* Jika ya, jelaskan kesulitan yang Anda alami:


* Apakah semua tombol dan tautan berfungsi dengan baik? (Ya/Tidak)

* Jika tidak, jelaskan tombol/tautan mana yang bermasalah:


* Apakah aplikasi/website ini kompatibel dengan perangkat yang Anda gunakan? (Ya/Tidak)

* Jika tidak, jelaskan perangkat yang Anda gunakan:


Bagian 4: Kesimpulan

* Berikan masukan dan saran Anda untuk meningkatkan aplikasi/website ini:


Catatan:

* Kuesioner ini hanya contoh dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengujian Anda.

* Anda dapat menambahkan pertanyaan lain yang lebih spesifik terkait dengan fungsionalitas aplikasi/website.

* Sebaiknya kuesioner diuji coba terlebih dahulu dengan beberapa orang untuk memastikan kejelasan dan kemudahan pengisiannya


Cara Melakukan UX Testing 

Meskipun idealnya UX (User Experience) diintegrasikan dengan UI (User Interface) dalam proses pengujian, UX Testing bisa dilakukan tanpa UI yang sudah final. Berikut beberapa cara untuk melakukannya:


1. Paper Prototype Testing:

* Buat sketsa antarmuka di atas kertas.

* Mintalah pengguna untuk berinteraksi dengan sketsa dan berikan masukan.

* Cara ini membantu memahami alur dan struktur informasi yang diinginkan pengguna.


2. Card Sorting:

* Tuliskan fitur-fitur utama pada kartu.

* Mintalah pengguna untuk mengelompokkan kartu berdasarkan kategori dan urutan yang logis.

* Cara ini membantu memahami bagaimana pengguna mengelompokkan informasi dan prioritas mereka.


3. User Interviews:

* Lakukan wawancara dengan pengguna untuk memahami kebutuhan, perilaku, dan ekspektasi mereka.

* Pertanyaan bisa seputar tujuan penggunaan produk, pain points, dan preferensi desain.

* Cara ini membantu mendapatkan insight mendalam tentang pengguna dan membangun persona pengguna.


4. Usability Testing dengan Wireframe/Low-Fidelity Prototype:

* Buat wireframe atau prototype sederhana dengan software seperti Figma atau Adobe XD.

* Mintalah pengguna untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu dan amati kesulitan yang mereka hadapi.

* Cara ini membantu menguji usability dan menemukan potensi masalah sebelum UI final dibuat.


5. A/B Testing:

* Lakukan pengujian A/B dengan dua versi desain UI yang berbeda.

* Tampilkan versi UI yang berbeda kepada pengguna dan bandingkan mana yang lebih disukai dan mudah digunakan.

* Cara ini membantu menentukan desain UI yang optimal berdasarkan preferensi pengguna.


Penting untuk diingat:

* UX Testing tanpa UI berfokus pada kebutuhan dan ekspektasi pengguna, bukan pada tampilan antarmuka.

* Pengujian ini tidak memberikan gambaran tentang keindahan dan kemudahan penggunaan antarmuka.

* Hasil tes ini harus diintegrasikan dengan UI Testing untuk mendapatkan hasil yang optimal.


Kuesioner UX Testing

Pendahuluan:

Terima kasih atas kesediaan Anda berpartisipasi dalam penelitian singkat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami kebutuhan dan harapan Anda terkait dengan [nama produk/layanan]. Mohon diingat bahwa saat ini kami belum memiliki antarmuka final, jadi pertanyaan kami akan lebih berfokus pada fungsinya.


Bagian 1: Informasi Demografis

* Umur:

* Pekerjaan:

* Pernahkah Anda menggunakan produk/layanan sejenis sebelumnya? (Ya/Tidak)

* Jika ya, sebutkan contohnya: 


Bagian 2: Kebutuhan dan Harapan

1. Apa yang Anda harapkan dari [nama produk/layanan] ini?

2. Untuk apa Anda akan menggunakan [nama produk/layanan] ini? 

3. Menurut Anda, fitur apa saja yang penting dimiliki oleh [nama produk/layanan] ini? (silahkan centang beberapa atau tulis jawaban Anda)

    * [ ] Fitur 1

    * [ ] Fitur 2

    * [ ] Fitur 3

    * [ ] Lainnya: _________

4. Bagaimana Anda bayangkan alur kerja ideal saat menggunakan [nama produk/layanan] ini? (contoh: langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas tertentu)

5. Adakah kesulitan yang Anda pernah alami saat menggunakan produk/layanan sejenis lainnya? (Ya/Tidak)

    * Jika ya, jelaskan kesulitan tersebut:


Bagian 3: Kesimpulan

* Apakah ada hal lain yang ingin Anda sampaikan terkait dengan [nama produk/layanan] ini?


Terima kasih atas partisipasi Anda!


Catatan:

* Kuesioner ini hanya contoh dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penelitian Anda.

* Tambahkan pertanyaan yang lebih spesifik terkait dengan fungsi dan kegunaan produk/layanan.

* Gunakan pertanyaan terbuka untuk menggali insight pengguna secara mendalam.


"Investasi Emas dan Reksadana, Untung Mana?."
Youtube: Katabah Com: Menuju 1 jt Konten :)

No comments:

Post a Comment