BAB 3: The Architecture of Authority
(Arsitektur Wibawa: Ketika Getaran Nalar Lebih Tajam dari Hafalan)
Secara administratif spiritual, saya mungkin "produk gagal". Saya mengagumi struktur bahasa Arab karena saya tahu itu kunci memahami Al-Qur'an secara presisi, tapi Allah seolah menutup pintu itu. Hafalan Juz Amma saja sering "log-out" dari memori. Saya beli buku-buku Islam kelas berat—yang tebalnya mengalahkan bata merah—tapi isinya tidak ada yang nyangkut di kepala. Saya hanya "suka" saja, seperti arsitek yang suka melihat gedung indah tapi lupa cara menggambar detailnya.
Tapi di situlah humor Allah bekerja. Allah tidak menjadikan saya seorang Mufassir (ahli tafsir), tapi Allah menjadikan saya seorang Executor.
1. Logika Ruqyah: Bukan Soal Teks, Tapi Soal Konteks
Musibah datang tanpa blueprint. Keluarga kena gangguan aneh, mahasiswa KKN kesurupan massal. Tabib dan ustadz datang dengan bacaan panjang lebar tapi "sinyalnya" tidak sampai ke sasaran. Di saat darurat itulah, insting arsitek saya muncul: Jika struktur bangunan miring, jangan cuma dibacakan doa, tapi dorong pondasinya!
Saya tidak maju dengan rentetan ayat yang panjang (karena saya lupa, wkwk). Saya maju dengan Nalar yang Kokoh. Ketika saya membentak jin, saya tidak sedang berteriak, saya sedang menegaskan Kedaulatan Manusia sebagai Khalifah fil Ardh.
2. Tamparan yang Mengedukasi
Ingat kejadian mahasiswa KKN itu? Saya tampar (dengan kendali arsitektur, tentu saja) sambil saya beri nasihat gagah ala Prof. Ahda. Kenapa sembuh? Karena Jin dan gangguan halus itu paling takut pada Manusia yang Sadar Penuh.
Mereka hanya berani pada orang yang ragu. Sementara saya? Saya maju dengan keyakinan Bab 2 tadi: "Aku ini tidak ada, Allah yang punya kuasa." Kalau kita sudah merasa nol, maka yang bicara lewat bentakan saya adalah "Kekuatan Satu" yang Mutlak. Itulah kenapa tabib yang hafal ribuan doa bisa kalah sama "Dosen Gila" yang cuma modal keberanian dan satu-dua ayat yang diingatnya.
Kesimpulan Nalar:
Allah tidak mewajibkan saya jadi "Kamus Berjalan". Allah hanya ingin saya jadi "Alat-Nya" yang punya nyali. Terkadang, satu bentakan dari hati yang tulus dan sadar akan kebesaran Allah, jauh lebih meruntuhkan "Arsitektur Sihir" daripada ribuan baris kalimat yang hanya di ujung lidah.
**
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment