9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Materi Kuliah Sistem Informasi (S1)
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Friday, February 27, 2026

Menertawakan Kegagalan Bab 3 Liku-liku Menjelang Kuliah S1 - Prof. Ahda Series

 

Bab 3: Loop 3 Tahun dan Obsesi "MI"

Ternyata, "Delay" (penundaan) dalam hidup saya bukan dimulai saat S2, melainkan jauh sebelumnya. Hidup saya adalah rangkaian "Antrean Panjang" yang melelahkan namun penuh prinsip.

1. Komputer: Cinta yang Dipaksakan?

Awalnya saya ingin jadi diplomat (HI) atau penguasa (Ilmu Pemerintahan). Tapi sistem menolak saya. Akhirnya, dengan modal "tiga kali kursus" di rental komputer Kakak, saya memberanikan diri masuk D1 Manajemen Informatika (MI). Jujur saja, ada rasa ngeri pada matematika, tapi kaki sudah melangkah.

2. Kesetiaan pada Jalur "Manajemen Informatika"

Anehnya, setelah D1, saya tidak "balik kanan" ke politik. Saya justru makin dalam masuk ke labirin MI dengan lanjut ke D3. Di sinilah prinsip saya diuji. Setelah lulus D3, kampus menawarkan penyaluran kerja, tapi saya menolaknya. Kenapa? Karena saya hanya ingin S1 Komputer. Titik.

3. Guru Honorer: Memelihara Idealisme dalam Kemiskinan

Demi mengejar S1 yang mahal, saya memilih jadi guru honorer. Secara ekonomi, ini adalah keputusan yang "Error". Pendapatan guru honorer mana mungkin cukup untuk biaya kuliah S1 Komputer yang selangit?

Ada banyak tawaran jurusan lain: murah, cepat, mudah. Tapi saya bilang: "No." Saya tidak mau "ganti mesin" hanya karena biaya. Saya rela Idle (diam/menunggu) selama 3 tahun demi mengumpulkan modal. Usia dewasa saya seolah "tertunda" dibanding teman-teman seangkatan yang sudah mulai running karirnya.

 

Analisis Nalar Ahda:

"Banyak orang gagal karena mereka terlalu cepat menyerah dan pindah ke jalur yang lebih mudah. Saya memilih menjadi guru honorer yang pas-pasan selama 3 tahun hanya untuk memastikan saya tetap berada di jalur 'Informatika'. Saya belajar bahwa Kecepatan itu penting, tapi Konsistensi Jalur adalah segalanya. Saya rela telat start, asalkan saya tidak salah jalan."

**

 

Bab 4: Rayuan "Hampir Gratis" dan Filter Kakak

Di masa-masa penantian 3 tahun itu, godaan datang dalam bentuk yang sangat manis: Beasiswa dan Kemudahan.

Banyak dosen yang sudah tahu kualitas mengajar saya dan (lagi-lagi) label "anak soleh" itu membawa berkah. Saya ditawari lanjut S1 di jurusan lain dengan biaya yang hampir nol rupiah. Di tengah kondisi ekonomi yang "pas-pasan" sebagai guru honorer, tawaran itu seperti oase di padang pasir. Logika awam akan bilang: "Ambil saja, yang penting gelar S1!"

Tapi di sinilah peran "Security Layer" keluarga kembali bermain. Salah satu kakak saya menjadi "tembok" yang menguatkan nalar saya. Beliau bilang:

"Sabar... Tetap pada rencana awal. Harus Komputer."

Alasan beliau pun sangat pragmatis dan visioner: Analisis Kompetisi. Beliau mengingatkan bahwa kalau saya pindah ke jurusan lain, saya akan masuk ke lautan merah (Red Ocean) di mana saingan kerjanya membeludak. Sementara Komputer adalah masa depan.

Nalar Ahda: Delay yang Terencana

Saya belajar bahwa "sabar" itu bukan sekadar menunggu, tapi menjaga Integritas Rencana.

  1. Iman pada Proses: Meski dicemooh karena "stagnan" selama 3 tahun, saya sedang melakukan buffering untuk kualitas video yang lebih jernih (masa depan yang lebih cerah).
  2. Filter Keluarga: Kakak saya bukan hanya pemberi semangat, tapi juga analis strategi yang memastikan adiknya tidak terjebak dalam "kemudahan sesaat" yang bisa berujung pada "kesulitan jangka panjang".
 

Poin Aha:

"Banyak orang mengambil jalan pintas karena takut ketinggalan kereta. Padahal, seringkali jalan pintas itu membawa kita ke stasiun yang salah. Saya memilih tertinggal 3 tahun demi memastikan saya naik kereta yang tepat. Karena lebih baik telat sampai di tujuan yang benar, daripada cepat sampai di tempat yang tidak pernah kita inginkan."

** 

"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment