Bab 1: Kesaktian atau Fitnah? (Edisi Salaman Mistik)
Dalam hidup ini, kadang-kadang niat baik kita disalahartikan menjadi sesuatu yang berbau "magis". Salah satunya adalah ketika saya dituduh memiliki kemampuan meruqyah orang hanya lewat bersalaman, kata Prof. Ahda.
Kes Preman Menjadi Baik:
Suatu hari, saya bersalaman dengan seorang preman. Entah apa yang terjadi pada sistem dalam dirinya, tiba-tiba preman itu berubah menjadi orang yang sangat baik. Orang sekeliling yang melihat perubahan drastis itu langsung membuat kesimpulan sendiri: "Wah, Ahda tadi pasti meruqyah preman itu!"
Padahal, secara teknis:
- Saya tidak baca doa khusus untuk "mengusir jin".
- Saya tidak ada niat mau mengubahnya saat itu.
- Saya cuma bersalaman dengan tulus sebagaimana saya melayani siapa pun.
Inilah yang saya panggil sebagai "Fitnah Kebaikan". Kerana dunia sudah terlalu biasa dengan kekerasan, maka sedikit sentuhan kasih sayang dan ketulusan (someah) dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa atau "sakti".
Poin Aha:
"Jangan heran jika kebaikanmu dianggap aneh oleh dunia yang sedang sakit. Kadang-kadang, 'ruqyah' terbaik bukanlah bacaan mantra yang panjang, tapi sentuhan kemanusiaan yang tulus. Saya tidak sakti, saya cuma 'someah'—tapi ternyata, 'someah' itu sendiri adalah senjata yang paling ampuh untuk menjinakkan hati yang keras."
Itu hanyalah kekuatan dari sikap someah dan ketulusan bersalaman. "Kadang kebaikan yang tulus dianggap sebagai ilmu gaib, padahal itu hanya 'vibe' positif yang menular."
**
Kembali ke Daftar Isi Ahda
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment