BAB 16: The Sandals of Authority
(Sandal Wibawa: Antara Benda, Manusia, dan Tuhan)
Dalam dunia ruqyah, sering terjadi perdebatan tentang "teknis". Ada yang sibuk dengan ritual, ada yang sibuk melihat jin—padahal banyak ustadz yang mengharamkan upaya "sengaja" melihat jin karena itu pintu masuknya tipu daya. Saya sendiri merasa beruntung karena diberi "anugerah" tidak bisa melihat mereka sama sekali.
Nalar saya kembali pada kisah klasik Imam Ahmad bin Hanbal.
1. Bukan Sandalnya, tapi "Orang"-nya
Suatu ketika, ada pasien kesurupan yang tak kunjung sembuh. Imam Ahmad hanya memberikan sandalnya untuk dibawa ke pasien tersebut. Ajaib, baru melihat sandalnya saja, si jin langsung lari ketakutan dan pasien sembuh. Namun, setelah sang Imam wafat, si jin kembali lagi. Ketika orang mencoba menggunakan sandal yang sama, si jin malah tertawa: "Aku tidak takut pada sandalnya, aku takut pada orang yang memilikinya!"
2. Otoritas di Balik "Chat WA"
Fenomena pasien saya yang sembuh hanya dengan niat chat atau baru mengirim pesan tanpa saya buka, memiliki pola yang sama dengan sandal Imam Ahmad. Jin itu tidak takut pada aplikasi WhatsApp-nya, tidak takut pada layar HP-nya, dan jujur... mereka juga tidak takut pada "sakti"-nya saya (karena saya tidak sakti).
Mereka takut pada Otoritas Keyakinan yang ada di balik itu. Saat saya merasa "Nol" dan hanya bersandar pada Allah, maka Allah-lah yang memberikan wibawa itu. Jin lari karena mereka melihat seseorang yang Selesai dengan Dirinya Sendiri. Mereka tidak punya celah untuk masuk ke orang yang bahkan di tempat paling angker pun lebih memilih tidur pulas daripada memikirkan mereka.
Kesimpulan Nalar:
Ruqyah sejati bukan soal apa yang dibaca, tapi Siapa yang membaca dan seberapa besar dia "Tiada" di hadapan Allah. Saya tetap akan menjadi orang yang "buta" metafisika, tetap tidak bisa meramal, dan tetap akan tidur nyenyak. Karena wibawa sejati tidak butuh mata batin, ia hanya butuh Hati yang Connect ke Pusat.
**
Kembali ke Daftar Isi Ahda
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment