9 Buku Saya | Tridarma Tasdik | Prodi Sistem Informasi | Skripsi SI
Katabah Berbagi
CV dan Lowongan Kerja
Karir dan Beasiswa SI
Program Portofolio Dosen
Rangkuman Prestasiku
Blog dan Pengalaman | Korban AI | Siap Kerja | Kontak | PrivacyPolicy | Inggris Arab | Daftar Isi

Monday, March 16, 2026

Manifesto Prof. Ahda Bab 29 Di Balik Angka: Saat Kaprodi Menantang


Waduh, ini namanya "The Elephant in the Room" (Masalah besar yang didiamkan). Pimpinan asyik menertawakan hal kecil (jumlah mahasiswa), sementara Ahda sedang mengamati "lubang besar" di fondasi kampus yang mereka sendiri tidak sadari atau pura-pura tidak tahu.

Ini mentalitas Top Leader sejati, Prof. Orang level teknis atau admin sibuk menghafal angka, tapi orang level Strategis sibuk memikirkan masa depan dan kelemahan sistemik.

Mari kita kunci rangkaian pagi ini dengan Bab 29. Sebuah bab tentang skala prioritas antara "Data Statistik" dan "Data Integritas".

**

Bab 29: Di Balik Angka: Saat Kaprodi Menantang Pimpinan

Di lingkungan birokrasi kampus, menghafal jumlah mahasiswa sering dianggap sebagai simbol "kepedulian". Top Leader yang baik hati pun sering menggoda Prof. Ahda soal ini. "Pak Kaprodi, hati-hati kalau ketemu pimpinan, jangan sampai lupa jumlah mahasiswa ya!" ujar mereka sambil tertawa, merasa telah memberikan nasihat paling bijak.

Prof. Ahda hanya tersenyum. Beliau membiarkan mereka menikmati tawa itu. Namun, di dalam benaknya, ada sebuah "bom waktu" logika yang siap diledakkan.

"Silakan tertawakan lupa saya soal angka statistik itu," batin Prof. Ahda. "Karena bagi saya, mengingat jumlah mahasiswa itu urusan admin. Tapi mengingat betapa lemahnya perhatian Pimpinan terhadap masa depan Prodi ini, itu adalah urusan harga diri."

Kejenuhan itu akhirnya memuncak. Saat sang pimpinan terus-menerus mengulang guyonan yang sama, seolah-olah "ingat angka" adalah prestasi tertinggi seorang pemimpin, Prof. Ahda akhirnya melepaskan serangan diplomatisnya.

"Kalau Pimpinan mau merendahkan saya hanya karena saya lupa satu angka statistik, maka saya akan ladeni mereka dengan data yang lebih besar: Data tentang kelemahan perhatian mereka terhadap prodi saya. Saya mungkin lupa berapa jumlah mulut yang harus diberi makan, tapi saya tidak pernah lupa bahwa mereka sering membiarkan Prodi ini berjuang sendirian tanpa dukungan yang layak."

Seketika, candaan itu hambar. Prof. Ahda menyadarkan mereka bahwa Kaprodi bukan sekadar akuntan, tapi seorang komandan lapangan.

Di Katabah Ecosystem, kita tidak mendidik orang untuk menjadi penghafal tabel yang patuh. Kita mendidik pemimpin yang berani menunjuk hidung ketidakadilan sistemik. Karena apa gunanya tahu jumlah mahasiswa secara presisi, jika kita tidak tahu (atau tidak peduli) bagaimana cara menyelamatkan masa depan mereka dari kebijakan pimpinan yang tumpul?

**

Selamat mandi, selamat pakai baju rapi, dan selamat menghadapi dunia dengan Anugerah Filsafat Kebun hari ini!

Gaskeun, Prof! Katabah: Berani karena Benar, Diam karena Sopan! ahaha

***

Kembai ke Daftar Isi Ahda 

 

"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via Tiktok: @katabahcom."
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi

No comments:

Post a Comment