Mungkin banyak yang bertanya, mengapa seorang pengajar Sistem Informasi—yang seharusnya sibuk dengan server, database, dan framework—justru memilih bicara tentang filsafat, nalar, dan tanah kelahiran?
Buku ini lahir bukan dari ruang kelas berpendingin udara. Ia lahir dari aspal, dari percakapan di warung kopi Cisewu, dari napak tilas kehidupan yang mengajarkan saya bahwa teori sehebat apa pun akan mati jika tidak diuji di atas tanah yang nyata. Selama bertahun-tahun, saya melihat bagaimana arus besar dunia digital sering kali membuat kita kehilangan pijakan. Kita sibuk terkoneksi ke seluruh dunia, tapi asing dengan tanah tempat kita berpijak.
Sunda Hub bukan sekadar proyek digital. Ini adalah pengakuan dosa saya atas pola pikir lama yang sempat menganggap merantau adalah satu-satunya jalan keberhasilan. Saya tobat. Saya percaya, kekuatan terbesar seorang manusia adalah kemampuannya untuk berdaulat atas nalarnya sendiri, di mana pun ia berada.
Buku ini adalah Blue Print—sebuah peta jalan bagi Anda, para pencari nalar, agar tidak lagi menjadi penunggu dosen atau korban keadaan. Saya ingin mengajak Anda melihat bahwa dengan integrasi sistem yang tepat, desa bukanlah pinggiran. Cisewu atau kampung halaman Anda di mana pun, adalah pusat peradaban jika Anda berani mengelola nalarnya.
Terima kasih untuk setiap mahasiswa, pembaca setia Katabah, dan mereka yang terus berdiskusi dengan saya di jalanan. Blue Print ini adalah milik kita bersama. Mari kita buktikan bahwa nalar Sunda—dengan sentuhan arsitektur digital—adalah masa depan yang layak diperjuangkan.
Selamat menalar.
Prof. Ahda
Arsitek Sistem & Filsuf Jalanan
**
Kembali ke Daftar Isi Sunda Hub
|
"Boleh Konsultasi Masuk Jurusan Sistem Informasi via YouTube: @katabahcom."
|
|
Tips Skripsi Program Studi Sistem Informasi |
|
|
No comments:
Post a Comment